TribunPontianak/
Home »

Budaya

» Dayak

Kongres Dayak Internasional

Alexius Akim Paparkan Tujuan Digelarnya Kongres Dayak Internasional

Menurut bangsa Dayak, angka 7 memiliki makna spritual dan filosofis, disebut dengan angka Jubata.

Alexius Akim Paparkan Tujuan Digelarnya Kongres Dayak Internasional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua Panitia Kongres Dayak Internasional, Alexius Akim yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar saat pidato pembukaan Kongres Dayak Internasional di halaman rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak, Rabu (26/07/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Panitia Kongres Dayak Internasional, Alexius Akim yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, menuturkan ada sejumlah tujuan diadakanya kongres.

Tujuan tersebut sehubungan dengan pelaksanaan kongres yang bertemakan merajut benang-benang peradaban dayak dalam struktur zaman yang dinamis, dengan sub tema penguatan peranan bangsa dayak menuju epicentrum pembangunan sosial dan budaya, ekonomi, bisnis, keuangan, dan politik.

"Ada beberapa tujuan dengan kongres ini, merumuskan butir-butir protokol Dayak, jumlah butir protokol Dayak yang akan dituangkan dan sepakati tidak lebih dari 7 butir, karena menurut bangsa Dayak, angka 7 memiliki makna spritual dan filosofis, disebut dengan angka Jubata," kata dia, Rabu (26/07/2017) saat pidato pembukaan Kongres Dayak Internasional di halaman rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak.

Baca: Ini Tantangan Bagi Suku Dayak Menuju Pembangunan Landscape yang Modern

Pada kegiatan yang dihadiri DAD se-Indonesia, se-Kalimantan, ormas Dayak se-Indonesia, lembaga adat dayak Malaysia, Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam, Madagaskar, Thailand, Taiwan dan lainnya, serta perwakilan dari berbagai negara, dikatakannya, Protol Dayak diharapkan melahirkan butir kesepahaman bangsa Dayak, agar esensi penciptaan manusia dan kemanusian yang melekat.

Menurutnya pula, Protokol Dayak mengeksplorasi pemikiran leluhur yang tidak melupakan refleksi atau pantulan dunia luar, pemikiran ini berasal dari dalam diri yang bersifat polistik dan intentatif.

"Protokol dayak diharapkan melahirkan butiran pemikiran religius, ideologis dan filosofis. Hasil nyata dari Kongres Dayak Internasional adalah deklarasi Dayak, dokumen protokol Dayak dan dokumen pokok isian pokok jalan," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help