TribunPontianak/

Kapolsek Sukadana Sosialisasi Dampak Kenakalan Remaja di Sekolah

Ya kita ingin membuka wawasan adik-adik bagaimana dampak buruk jika mereka meminum-minuman keras, merokok, ngelem, dan kenakalan remaja lainnya

Kapolsek Sukadana Sosialisasi Dampak Kenakalan Remaja di Sekolah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MUHAMMAD FAUZI
AKP Eko Budi Darmawan SIK lakukan sosiasialisasi kenakalan remaja di Madrasah Aliyah Sukadana, Jumat (21/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Guna menekan kenakalan remaja, Kapolsek Sukadana AKP Eko Budi Darmawan SIK lakukan sosiasialisasi kenakalan remaja di Madrasah Aliyah Sukadana.

Dalam sosialisasi yang di ikuti puluhan siswa ini, AKP Eko Budi Darmawan SIK memberikan gambaran dampak negatif dari kenakalan remaja, seperti ngelem, merokok, dan meminum-minuman keras.

"Ya kita ingin membuka wawasan adik-adik bagaimana dampak buruk jika mereka meminum-minuman keras, merokok, ngelem, dan kenakalan remaja lainnya. Itukan berdampak buruk pada tumbuh kembang remaja dan akan berdampak buruk kepada masa depan mereka yang masih sangat panjang, "tutur AKP Eko Budi Darmawan SIK, Jumat (21/7).

Dilanjutkannya, kenakalan remaja kearah negatif saat ini sangat mengkhawatirkan, baik itu seks bebas hingga kepenggunaan obat-obatan terlarang. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para pelajar yang masih mempunyai masa depan yang sangat panjang ini dapat berpikir panjang bila dipengaruhi hal negatif.

"masa remaja memang masa emas bagi setiap orang tetapi jangan sampai kebablasan, hingga terjerumus kehal negatif. Melalui sosialisasi ini kita ingin membuka wawasan adik-adik agar mereka dapat membenteng diri ketika dipengaruhi ke hal negatif, "tambahnya.

Ia pun mengharapkan peran orangtua dan guru dapat bersama-sama mengatasi persoalan kenakalan remaja saat ini, pendekatan orangtua sebagai orang terdekat sangat penting untuk mengetahui persoalan anaknya, sehingga anak tidak memendam dan mencoba kehal negatif.

"orang tua dapat menjadi sahabat dirumah, jadi setiap persoalan anaknya sang anak dapat terbuka bercerita, ditakutkan anak memendam dan menyelesaikan masalah ke hal-hal negatif," tandasnya.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help