TribunPontianak/

Pelajar SMA Meninggal

BREAKING NEWS: Analisa Pengamat Soal Kasus Kematian Pelajar SMA Bhayangkari

Tentu, untuk pasti mengetahui penyebabnya dilakukanlah otopsi, karema tanpa kegiatan otopsi tidak bisa diduga penyebab kepastian kematian.

BREAKING NEWS: Analisa Pengamat Soal Kasus Kematian Pelajar SMA Bhayangkari
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Keluarga pemilik rumah menunjukkan posisi korban meninggal di Jalan Parit Bugis, Senin (17/7). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota IDI Kota Pontianak, DR Nursyam menuturkan, secara umum ciri-ciri jantung bocor, jika ia menangis tubuhnya akan membiru, sering sesak, nyeri dada, kemudian lemah didalam aktivitas sehari-hari, sering mengalami kesehatan.

Biasanya dipengaruhi aktivitas tinggi, yang pada awalnya jantung bocornya kecil namun karena beban aktivitas tinggi terjadilah kebocoran jantung yang meluas.

Baca: Satrio Meninggal Saat Pulang Sekolah

Tentu, untuk pasti mengetahui penyebabnya dilakukanlah otopsi, karena tanpa kegiatan otopsi tidak bisa dipastikan penyebab kematian.

Sebenarnya penderita jantung bocor tidak mempunyai pantangan, mau diapakan juga jantungnya telah bocor.

Pastinya seluruh aktivitas yang membebani kinerja jantung tidak diperbolehkan.

Baca: Korban Miliki Riwayat Jantung Bocor, Keluarga Tak Mengizinkan Visum

Aktivitas tersebut seperi berlari, melompat, olahraga berlebihan, itu memberikan beban pada kinerja jantung.

Jantung bocor bisa jadi karena faktor genetik, gen mengalami penyimpangan pada perkembangan jantung dibuat dalam tubuh atau rahim, terjadi kerusakan pada proses pembentukan jantung.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help