TribunPontianak/

Pemerintah Perlu Belajar dengan Jepang Dalam Pengelolaan Taman Nasional Jadi Sektor Wisata

“Ini memberikan manfaat untuk masyarakat. Mereka punya penghasilan, tapi tetap bekerjasama dengan pemerintah setempa

Pemerintah Perlu Belajar dengan Jepang Dalam Pengelolaan Taman Nasional Jadi Sektor Wisata
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, M Marcellus TJ saat menyampaikan sambutan pada Semiloka Pembentukan Sekretariat bersama (multipihak) dalam rangka pengelolaan bersama hutan dan kawasan konservasi di Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Rabu (22/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID. PONTIANAK - Kepala Dinas Kehutanan Kalbar, M Marcellus TJ mengatakan pemerintah perlu belajar dengan negara Jepang dalam pengelolaan taman nasional dan hutan kawasan.

Ia menuturkan dirinya pernah bertugas ke Jepang bersama instansi lain dari Kalimantan Barat. Saat itu ia melihat bagaimana pemerintah di Jepang memberikan kesempatan pihak ketiga untuk mengelola taman nasional menjadi sektor wisata.

“Rata-rata kawasan taman nasional dikelola untuk sektor pariwisata sehingga ada zona yang boleh dibangun. Tidak seperti kita semua tertutup, tidak boleh dimasuki sehingga tidak bisa dimanfaatkan,” katanya, Minggu (16/7/2017).

Ia menambahkan pengelolaan itu juga melibatkan masyarakat lokal. Mereka yang berada di sekitar wilayah itu mendapat peranan mengelola bersama-sama.

Contohnya, seperti membangun jalan di area taman nasional. Ruas jalan itu menjadi jalus lintasan pengunjung untuk menikmati hutan di taman nasional.

“Ini memberikan manfaat untuk masyarakat. Mereka punya penghasilan, tapi tetap bekerjasama dengan pemerintah setempat,” ceritanya.

Ia menuturkan konsep ini baiknya menjadi masukkan dalam revisi UU kehutanan. Di mana melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan maupun taman nasional.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help