TribunPontianak/

Kawasan Hutan di Jepang Jadi Tempat Rekreasi, Wisata dan Penelitian

Tentu hasil ini menjadi masukan untuk pemerintahan kita, bisa saja itu DPR RI maupun kementerian,

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID. PONTIANAK - Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kalbar, Adi Yani menuturkan pernah ikut berangkat saat melihat pengembangaan kawasan hutan oleh Pemerintah Jepang.

“Kalbar diundang karena berkenaan dengan konsep perubahan iklim dan kawasan hutan. Ada empat orang, termasuk saya, Dinas Kehutanan, Bappeda dan staf khusus gubernur,” katanya, Minggu (16/7/2017).

Ia menjelaskan dalam kunjungan yang dilakukan beberapa waktu lalu itu meninjau hutan yang dilakukan konservasi oleh Pemerintah Jepang. Ia menilai ada sedikit perbedaan tentang hutan negara.

“Dari 100 persen hutan, hanya 20 persen saja hutan negara. Sisanya itu dikelola pihak ketiga dan diperuntukkan masyarakat. Mereka juga punya hutan lindung, tapi tidak sebesar di Indonesia,” jelas dia.

Ia mencontohkan pada taman nasional. Pengelolaan melibatkan pihak ketiga sehingga menghasilkan pendapatan untuk masyarakat.

Taman itu dikelola dengan baik sehingga bisa dijadikan taman untuk rekreasi, wisata dan penelitian.

Bahkan disetiap taman nasional yang dikelola, oleh pihak pengelola berkewajiban membangun museum. Museum itu menjadi tempat penyimpanan tanaman dan hewan yang mati.

“Jadi hewan atau tanaman itu diawetkan sehingga pengunjung bisa melihat beragam spesies. Bahkan masih ada tanaman berumur 500 dan 7.000 tahun,” ceritanya.

Menurutnya konsep ini bisa berjalan karena dalam pemeliharaan tidak hanya pemerintah, tapi juga melibatkan masyarakat.

Apalagi sistem ini dibangun sejak tahun 1960 dan hingga sekarang tercipta sistem yang sudah berjalan dengan baik.

“Tentu hasil ini menjadi masukan untuk pemerintahan kita, bisa saja itu DPR RI maupun kementerian,” pungkasnya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help