TribunPontianak/

Citizen Reporter

Pernyataan Sikap ILMISPI Terkait Polemik di DPR dan KPK

Banyak pihak yang kemudian menuding bahwa penggunaan Hak Angket adalah upaya DPR untuk melemahkan KPK...

Pernyataan Sikap ILMISPI Terkait Polemik di DPR dan KPK
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Logo ILMISPI 

Citizen Reporter
Bambang Sudarmono
Sekjen ILMISPI

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menggapi polemik pengguliran hak angket oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ILMISPI melalui Sekjennya Bambang Sudarmono menuturkan penggunaan hak angket oleh DPR pada KPK menimbulkan polemik di masyarakat.

Menurutnya banyak pihak yang kemudian menuding bahwa penggunaan Hak Angket adalah upaya DPR untuk melemahkan KPK, khususnya terkait kasus E-KTP yang melibatkan oknum anggota DPR.

Di sisi lain, Hak Angket dipandang sebagai langkah DPR untuk mengevaluasi lembaga superbody tersebut, mengingat selama 15 tahun KPK berdiri tentu ada kekeliruan dan kontradiksi di dalam tubuh KPK sendiri, yang dikhawatirkan menghambat pemberantasan tindak pidana korupsi.

Bambang mengatakan, polarisasi yang terbentuk hari ini adalah menyoal pihak yang menolak keras hak angket dengan pihak yang mendukung perbaikan di tubuh KPK.

Baca: Hak Angket KPK yang Dikeluarkan DPR Dinilai Hanya Kepentingan Politik

Bagaimanapun kedua pihak tersebut pada dasarnya harus sepakat untuk mendorong upaya pemberantasan tindakan korupsi.

Terlalu naif kata dia, apabila dengan mudahnya menyimpulkan bahwa siapapun yang menginginkan adanya perbaikan di tubuh KPK adalah pelaku tindak pidana korupsi.

Persoalan yang terjadi hari ini hanya soal perbedaan pandangan dalam memberantas korupsi, apalagi KPK terkesan sebagai simbol sosial yang tidak boleh disentuh, sehingga upaya-upaya perbaikan lembaga sering terabaikan meski sudah banyak temuan-temuan yang mendorong perbaikan lembaga tersebut. Pun integritas DPR yang seringkali dipertanyakan karena keterlibatannya pada banyak kasus korupsi.

Diskursus terkait Hak Angket DPR terhadap KPK hingga kini masih menjadi perdebatan dan menyita perhatian publik.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help