TribunPontianak/

Rinjani: Masa Depan Budidaya Sorgum Sangat Menjanjikan

Ya, manfaatnya banyak dan multiguna. Bisa dikonsumsi manusia dan ternak, bisa juga jadi bahan bakar biomassa

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Satu diantara inisiator uji coba budidaya sorgum, Rinjani Mustafa menerangkan budidaya sorgum sangat menjanjikan di masa depan. Selain hasil produksi melimpah, sorgum juga mempunyai banyak manfaat.

 “Ya, manfaatnya banyak dan multiguna. Bisa dikonsumsi manusia dan ternak, bisa juga jadi bahan bakar biomassa,” ungkapnya saat dihubungi via telepon, Jumat (14/7/2017) Siang.

Rinjani mengatakan kendati uji coba, hasil panen perdana sorgum yang ditanam pada lahan seluas satu hektare di Desa Jerora, Kecamatan Sintang terbilang cukup memuaskan.

“Kemarin kita pakai bibit dari Jember. Satu hektare lahan itu kita sebar bibit sebanyak 2,5 Kilogram (Kg). Harga bibit 2,5 Kg itu sekitar Rp 300 ribu. Kalau yang terbaik itu bibitnya dari India,” katanya.

Rinjani menambahkan saat ini budidaya sorgum telah dilakukan di berbagai wilayah Indonesia diantaranya Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah dan lainnya.

Harga jual ketentuan di daerah Jawa, sorgum yang sudah dijemur kering dan dipipil dihargai sekitar Rp 5 ribu per Kg. Sorgum yang berkondisi setengah kering dihargai sekitar Rp 3.500 per Kg. Sedangkan, sorgum berkondisi basah dihargai Rp 2.500 per Kg.

Kendati harganya dibawah komoditas pangan lainnya, namun setidaknya budidaya sorgum bisa jadi asa baru para petani, khususnya di  Sintang.

“Harga memang di bawah jagung, tapi hasil panennya luar biasa. Saat uji coba, tingginya harga bibit memang jadi kendala karena mahal. Namun, sementara ini kami meminjamkan bibitnya untuk mereka tanam dahulu. Ketika sudah panen, mereka akan kembalikan dengan nilai yang sama. Uji coba ini swadaya murni,”  tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help