TribunPontianak/

Kampanyekan Keselamatan, Polres Singkawang Pasang Banner ke Sekolah-Sekolah

Penggunaan helm SNI yang baik dan benar dapat mengurangi fatalitas akibat benturan pada kepala saat terjadinya kecelakaan lalu lintas

Kampanyekan Keselamatan, Polres Singkawang Pasang Banner ke Sekolah-Sekolah
ISTIMEWA
Sat Lantas Polres Singkawang saat memberikan banner himbauan mengajak para pengendara khususnya pengemudi sepeda motor untuk menggunakan helm SNI saat mengemudikan sepeda motor. 

Citizen Reporter
Kanit Dikyasa Sat Lantas, Ipda Jamian

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sat Lantas Polres Singkawang kembali mengajak para pengendara khususnya pengemudi sepeda motor untuk menggunakan helm SNI saat mengemudikan sepeda motor, baik yang membonceng maupun yang dibonceng dan kali ini berkesempatan di SMA Negeri 3 Singkawang.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Singkawang, Bahraini, yang menerima bannerr himbauan penggunaan helm SNI bagi pengendara sepeda motor menyambut positif upaya Sat Lantas Polres Singkawang selalu mengajak dan mengingatkan penggunaan helm SNI.

Menurut Dikyasa Satlantas Polres Singkawang, Ipda Jamian hal tersebut sesuai dengan amanat UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kasat Lantas Polres Singkawang AKP Priyanto menegaskan penggunaan helm SNI wajib bagi pengemudi sepeda motor dan yang digonceng, karena bertujuan untuk keselamatan pengendara terutama untuk melindungi kepala saat terjadi kecelakaan lalu lintas dijalan

"Penggunaan helm SNI yang baik dan benar dapat mengurangi fatalitas akibat benturan pada kepala saat terjadinya kecelakaan lalu lintas," katanya, Jumat (14/07/2017).

Menurutnya, benturan akibat tabrakan kendaraan atau jatuh dari sepeda motor jika kepala tidak dilindungi dengan helm SNI tentu menyebabkan kepala akan pecah bahkan berujung pada kematian.

"Hal ini yang ingin kita ingatkan kepada para pengendara sepeda motor agar tertib dalam penggunaan helm SNI agar selamat saat berkendara dan selamat sampai tujuan," kata dia.

AKP Priyanto pun mengatakan, pemasangan banner tersebut dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah baik SLTA dan SLTP di Kota Singkawang.

"Bukankah lebih baik mencegah kecelakaan daripada menjadi korban yang harus menjadi penghuni rumah sakit atau terbaring dibalik papan meninggal dunia," pungkasnya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help