TribunPontianak/

OJK Dorong BPR Bersinergi Kembangkan IT

Diharapkan dengan begitu jadi lebih murah. Memang tidak bisa diartikan secanggih bank umum.

OJK Dorong BPR Bersinergi Kembangkan IT
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Asep Ruswandi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Asep Ruswandi mendorong BPR mengembangkan IT agar mampu mengimbangi bank umum. Menyadari bahwa perlu modal besar untuk itu, Asep mendorong BPR untuk melakukan merger atau penggabungan dalam menghadirkan IT dalam rangka peningkatan pelayanan.

"Kalau modal inti semuanya sudah terpenuhi. Sehingga perlu pemikiran dari sisi IT kita menyadari sesuatu yang mahal bagi BPR. Oleh karenanya kita mendorong BPR bersinergi dengan BPR lain untuk membangun IT agar tidak terlalu memberatkan,"ujar Asep pada Kamis (13/7/2017).

Masing-masing daerah kata Asep mempunyai perhimpunan BPR yaitu Perbarindo. Perbarindo Kalbar ini kata dia harus berperan aktif menjembatani kebutuhan yang sifatnya penggabungan ini. Sehingga dengan provider IT dibuat perjanjian adanya penggabungan agar tidak hanya membutuhkan modal satu BPR.

"Diharapkan dengan begitu jadi lebih murah. Memang tidak bisa diartikan secanggih bank umum. Agar bisa membangun IT dengan gabungan semua BPR, tentunya menggunakan perjanjian agar biayanya lebih murah,"ujar Asep.

Dibandingkan dengan BPR di privinsi lain dari sisi kinerja BPR di Kalbar kata Asep cukup sehat. Daerah lain kata Asep biasanya selalu ada masalah sampai sidang penutupan. Asep mengaku di Kalbar mempunyai BPR yang terbatas namun berkualitas.

"Artinya di Kalbar semuanya sehat, beberapa tahun terakhir tidak ada yang sampai di tutup. Mudah-mudahan tidak ada. OJK tidak bisa sendirian harus ada upaya dari BPR. Tapi khusus tahun ini juga belum ada pengajuan membuka,"ujarnya.

Pihaknya juga terus berupaya agar tidak muncul BPR yang tidak berkualitas. "NPL BPR kisarannya 10 persen. Batasnya jika disepadankan dengan NPL bank umum sekitar 15 persen. Artinya masih dibawah batas. Kita di Kalbar kita berharap meningkatnya penyaluran kredit harus dimbangi dengan kredit yang berkualitas,"ujarnya.

Porsi kredit BPR dibandingkan dengan bank umum diakui Asep juga masih sangat kecil. Namun aset BPR kata Asep sama seperti perbankan umum mengalami peningkatan. Jika saat ini bank umum asetnya berkisar Rp64 triliun, BPR asetnya di kisaran Rp1,2 triliun.

"Artinya porsinya di 2 persen. Karena BPR kita hanya 22 dan persebarannya ada di Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Sanggau dan Sintang belum menyeluruh tidak seperti bank umum yang sampai ke pelosok. Kalau pertumbuhan bagus porsinya bisa meningkat,"ujarnya.

Untuk aset BPR di Kalbar, Asep menyebut sudah ada yang mencapai Rp400 miliar. Ia mengaku ada satu BPR dari 22 BPR yang sudah cukup besar.

"Aset BPR di Kalimantan hampir 50 persennya dari Kalbar. Kalau di total aset BPR di Kalimantan berkisar Rp2,5 triliun,"ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help