TribunPontianak/

Kebakaran di Siantan

BREAKING NEWS: Minimalisir Kebakaran, Lurah Imbau Buat Pos Air

Ia pun mengatakan akan mengimbau masyarakat membangun pos air guna meminimalisir kebakaran yang terjadi.

BREAKING NEWS: Minimalisir Kebakaran, Lurah Imbau Buat Pos Air
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Lurah Siantan Tengah, Rata Ulam Silalahi bersama adik rumah korban kebakaran, Frengki di Jalan Selat Sumba Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lurah Siantan Tengah, Rata Ulam Silalahi menuturkan setidaknya ada sekitar 4 KK atau kepala keluarga yang terdiri dari 17 orang korban kebakaran di Jalan Selat Sumba, Kelurahan Siantan Tengah Pontianak Utara.

Ia pun mengatakan akan mengimbau masyarakat membangun pos air guna meminimalisir kebakaran yang terjadi.

"Awal tahu kejadian ketika ada mendengar ketokan tiang listrik oleh warga karena ada api, saat kejadian berada didalam kantor keluar dan melihat ada asap mengpul di RT 2 RW 29," ujar Rata Ulam Silalahi yang mengaku telah enam tahun menjadi lurah di Siantan Tengah ini, Senin (10/07/2017).

Dengan adanya kejadian tersebut, Ia dan warga langsung bergotong-royong dengan memadamkan api, dan tidak lama ada pemadam BPAS lain sebagainya dari pemadam kebakaran tiba untuk membantu memadamkan api.

Baca: BREAKING NEWS: Semua Hartanya Terbakar, Bong Kong Fa Harap Bantuan Pemerintah

"Berdasarkan data, ada empat rumah dan KK, yaitu Asem, terdiri dari Ajung, Acoi, Amen Fuku, lalu Seva yang terdiri dari Aliong, Afuk, Ela dan Ona yang masih balita, lalu Ahak yang terdiri dari Acu dan Atk, lalu Bong Kong Fa terdiri dari Acai, Atjun dan Yanto," ungkapnya.

Menurutnya, rumah warga yang berada dikelurahannya habis semua terbakar dan asal api, kata dia, belum diketahui karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, jadi tidak bisa memberikan kesimpulan penyebab kebakaran.

"Kita langsung sampaikam kepada BPBD Pontianak untuk memberikan bantuan, malam ini diawali dengan makan, besok akan dibuat posko dan posko sementara dipusatkan dirumah keluarga yang ada, satu diantaranya pak Frengki," ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, agar selalu berhati-hati, ketika meninggalkan rumah, menjaga jangan sampai adanya api, jangan listrik hidup semua, kompor, menambah daya tanpa dari PLN rawan akan kebakaran.

"Kita akan mengimbau pada warga membangun semacam pos air, karena juga sudah ada dibeberapa tempat guna mengantisiasi kebakaran, dari RW dan RT akan kita himbau agar berhati menjaga rumah. Juga melaporkan jika ada orang mengalami gangguan jiwa didalam rumah guna mengantisipasi orang gangguan jiwa membakar rumah," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help