TribunPontianak/

Digigit Anjing, Warga Ambawang Positif Terjangkit Virus Rabies

Sedangkan untuk dua korban baru sudah mendapat penanganan, saat datang ke UGD usai tergigit anjing

Digigit Anjing, Warga Ambawang Positif Terjangkit Virus Rabies
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Kabid Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Pernakan, Kubu Raya, Abdul Hadi menunjukkan korban baru yang tergigit anjing di Desa Lingga, Selasa (20/6). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang, satu warganya Sesilia (60) positif terjangkit virus rabies akibat gigitan anjing dan sudah mendapat perawatan medis serta vaksin. Belum selesai, saat ini dua orang lainnya terkena gigitan anjing kembali.

Kabid Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kubu Raya Abdul Hadi mendatangi langsung dua korban gigitan anjing di desa lingga, Senin (20/6) dan melaksanakan vaksin ke 162 ekor anjing di Desa Lingga, dari kasus gigitan korban pertama gigitan anjing rabies.

"Jika terkena gigitan anjing, kemungkinan besarnya memang terkena virus rabies. Karena anjing yang terjanking virus rabies menjadi ganas, takut dengan air, cahaya dan berdiam diri di semak-semak. Jika melihat orang langsung nyambar," katanya.

Kedua korban sendiri langsung mendapat penanganan standar, sebagai korban terkena virus rabies ke puskesmas Desa Lingga.

"Korban semuanya perempuan. Namanya Novi Lisa (17) asal Desa Lingga Dusun Lingga Timur RT 05 RW 12, Selasa (20/6) sekitar pukul 06:00. Satunya lagi Adriana Wati (46) RT 01 RW 13 Dusun Lingga Barat, kena gigit Senin (19/6) sekitar pukul 18:00 wib," ungkapnya.

Abdul Hadi mengatakan kedua korban langsung mendapat penanganan intensif. Kronologi kejadianya hampir sama dengan korban pertama. Digigit sama anjing tetangganya. Hanya Novi Lisa yang tergigit anjingnya sendiri dibagian kakinya. Anjingnya langsung minta dikurung, karena pemiliknya keberatan. Sebaba kalau memang terkena virus rabies anjing akan mati dengan sendiri setelah dapat dua minggu.

"Makanya agenda kita hari ini, melaksanakan vaksin ke seluruh anjing terfokus di Desa Lingga. Dengan melakukan penyuluhan sebelumnya. Meminta agar masyarakat juga mengurung dan mengikat anjingnya supaya mudah untuk melakukan vaksin," jelasnya.

Desa Lingga terdiri dari 4 dusun yaitu dusun Lingga Barat, Lingga Timur, Lingga Selatan dan Lingga Dalam. Populasi anjing di desa tersebut baru 2 dusun yang terdata, yaitu dusun Lingga Barat 172 ekor dan dusun Lingga Timur 240 ekor total 312 ekor, 2 dusun lainnya belum menyampaikan data populasi anjing di dusunnya.

"Namun, saat pelaksanaan vaksin hari ini. Banyak warga belum seluruhnya mengurung dan mengikat anjingnya. Akibatnya tim vaksin terdiri dari pihak desa, Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kubu Raya dan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, Kesehatan Hewan Kalbar, dibantu asosiasi Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kalbar," paparnya.

Seluruh tim melaksanakan vaksin. Termasuk sekdes juga turut serta dengan menangkap ajing pakai jaring. Ternyata saat menangkap anjing dan memegang kepalanya, lalu kena gigitan.
"Tapi hanya tergigit saja saat melakukan vaksin. Langsung diobati di puskesmas dan gak ada masalah karena anjing yang menggigit belum terjankit virus rabies," terangnya.

Ia melanjutkan, saat ini, masyarakat sudah sadar terkait penyakit rabies. Betapa bahayanya rabies hanya sebagian kecil saja yang enggan mengikat dan mengurung anjingnya. "Kepada masyarakat yang bekerjasama kami ucapkan terimakasih atas pelaksanaan vaksin," pungkasnya.

Kepala Puskesmas Desa Lingga, dr William Daniel Napitulu mengatakan kondisi korban pertama masih dalam pantauan. Sehingga tinggal melaksanakan vaksin kembali.

"Sedangkan untuk dua korban baru sudah mendapat penanganan, saat datang ke UGD usai tergigit anjing. Begitu juga dengan sekdes," ujarnya.

Ia meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dan bisa mengikuti apa yang hendak dilaksanakan dinas untuk menvaksin seluruh anjing. Untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies ini. "Virus rabies ini cukup berbahaya, makanya perlu ada penanganan serentak. Terhadap korban sendiri kita selalu pantau selama 30 hari kedepan," pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help