TribunPontianak/
Home »

Video

Berita Video

Warga Antre di Imigrasi Pontianak Sejak Pukul 04.30 WIB

Hari ini saya datang lagi pukul 04.30 WIB, sudah dapat nomor antrean sekarang. Sempat tadi kejadian kayak kemarin lagi, ada ricuh juga di depan.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Antrean panjang kembali terlihat memanjang di depan Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak di Jalan Letjen Sutoyo, Pontianak Selatan (20/6/2017) pagi.

Satu di antara warga yang mengantre, Ian (22) mengaku mengantre sejak Senin (19/6) kemarin. Ia datang pada pukul 04.30 WIB, namun karena tak memperoleh nomor antrean yang hanya dilayani sampai 120 orang saja, sehingga Ian terpaksa mengantre kembali pada Selasa pagi ini.

"Dari kemarin, datang ke sini kemarin itu jam 04.30 WIB, katanya ada pendaftaran di depan pakai kertas biasa. Sudah daftar pakai kertas biasa, begitu gerbang di buka rupanya masih berebut, ngantre ramai. Dan itu di dalam itu nggak sesuai dengan kertas yang dikasik di depan, padahal kertas yang kami daftar di depan itu, sudah di bawa masuk. Jadi antri lagi di situ, dorong-dorongan, saya nggak dapat nomor urut juga, jadi cuma ikut begitu saja, masuk. Rupanya batasnya cuma 120 orang saja. Sedangkan yang datang lebih, jadi setelah 120 orang masuk, sisanya tiba-tiba disuruh bubar saja. Hari ini saya datang lagi pukul 04.30 WIB, sudah dapat nomor antrean sekarang. Sempat tadi kejadian kayak kemarin lagi, ada ricuh juga di depan. Karena mau berebut nomor antrean lagi kan. Jadi sebenarnya itu inisiatif masyarakat sendiri sih sebenarnya, inisiatif sendiri bikin daftar nama, jadi yang masuk yang sudah terdaftar saja," ungkapnya.

Mahasiswa Politeknik Tonggak Equator ini menjelaskan, Ia sebenarnya hendak berniat mengurus paspor ibunya yang ingin diperpanjang. Sementara paspornya sendiri, sudah ada dan masih berlaku. Ian bersama keluarganya, berniat hendak berliburan menggunakan libur panjang lebaran, di Malaysia.

"Saya mau membuat paspor, karena paspor mama saya mau diganti buku baru. Bukan paspor saya, tapi paspor mama. Ya, mama saya mau ke luar negeri dalam rangka liburan. Kalau paspor saya sudah ada, punya saya masih hidup, punya mama yang sudah mati. Rencana liburannya mau ke Malaysia, nanti kami pakai bis Damri," tutupnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help