TribunPontianak/

Harap Pemuda Buat Lapangan Kerja, Disporapar Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Kalau makan gaji atau karyawan pekerjaan sudah di tentukan atau diatur, tapi kalau usaha sendiri kita bebas untuk mengatur diri kita sendiri.

Harap Pemuda Buat Lapangan Kerja, Disporapar Gelar Pelatihan Kewirausahaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ALFONS PARDOSI
Pelatihan kewirausahaan untuk kelompok pemuda yang ada di Landak yang digelar oleh Disporapar di Aula CU Lantang Tipo pada Selasa (20/6) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Landak, melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda yang sudah dibagi menjadi empat kelompok dari empat Kecamatan yang berlangsung di Aula CU Pancur Kasih TP Ngabang, Selasa (20/6/2017).

Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Disporapar Landak, Lukas Kanoh. Pelatihan ini diikuti empat kelompok Pemuda yang berasal dari dari Desa Amang Kecamatan Ngabang, Desa Kayu Ara kecamatan Jelimpo, Desa Sebangki Kecamatan Sebangki, dan Desa Samade Kecamatan Banyuke Hulu.

Dalam arahannya Lukas mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan amanat dari undang-undang untuk memberikan Kegiatan pelatihan. "Jadi ini bukan hanya maunya program dari Disporapar yang melakukan kegiatan ini, tapi amanat undang-undang," ujarnya.

Lanjutnya lagi, untuk tahun ini kegiatan Disporapar merupakan tahun ketiga dalam membina kepemudaan di Kabupaten Landak tentang kewirausahaan. "Wirausaha artinya usaha sendiri, jadi pemuda diharapkan agar bisa berusaha sendiri," katanya.

Maka dari itu tentu berbeda dengan karyawan atau makan gaji. "Kalau makan gaji atau karyawan pekerjaan sudah di tentukan atau diatur, tapi kalau usaha sendiri kita bebas untuk mengatur diri kita sendiri. Maka harus lebih baik, dan rajin agar bisa mendapat hasil yang besar," bebernya.

Selain itu beda dengan yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah diatur dari penghasilan. Serta untuk kerjaannya dan pakaian juga sudah di atur. Dengan demikian Lukas Kanoh meminta agar pemuda sekarang bisa berwirausaha, dan jangan selalu jadi karyawan.

"Misalnya sudah tamat sekolah, tapi hanya sibuk dan menunggu lamaran. Tapi bagaimana pemuda bisa menciptakan pekerjaan sendiri, dengan belajar keterampilan. Sesuai dengan potensi yang ada di daerah kita masing-masing," harapnya.

Selain itu Lukas juga berharap setelah pelatihan ini kelompok pemuda bisa berkerja mandiri. "Kembangkan keterampilan dan  manfaatkan pontensi yang ada agar kita berhasil. Semoga dengan pelatihan ini bisa memberi manfaat dan menjadi modal untuk wirausaha," ungkapnya.

Ketua panitia Sukapli, menambahkan, tujuan kegiatan pelatihan kewirausahaan pemuda tingkat Kabupaten Landak adalah untuk menambah wawasan pemuda yang memiliki pola pikir. Dari yang pencari kerja, menjadi menciptakan lapangan kerja.

Kemudian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda agar mampu berwirausaha. "Selain itu, untuk mengembangkan sumber kaum muda yang cakap dan terampil, sebagai lokomotif perubahan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Landak," pungkasnya.

Anggota Komisi A DPRD Landak Martinus Suherman menerangkan, pelatihan terhadap Pemuda yang ada di Landak memang sangat baik dilakukan. Mengingat dijaman sekarang ini, lapangan pekerjaan sudah sulit untuk di dapatkan dengan mudah apabila tidak ada ketrampilan.

Selain itu, mainset pemuda juga harus dirubah. "Jangan lagi menunggu lowongan kerja, tapi bagaimana bisa membuka lapangan pekerjaan. Jadi pola pikir saat ini yang wajib dirubah. Sesuai dengan motonya pak Jokowi, kerja ayo kerja," katanya.

Selain itu, setelah pelatihan para peserta juga jangan hanya mengharapkan bantuan Pemerintah. "Pemerintah hanya bantu memberikan pelatihan, selanjutnya para peserta harus bisa mengembangkan diri. Mesti bisa melihat peluang sekecil apa pun," ungkapnya.

Kemudian Martinus juga berharap, program pelatihan bisa terus dilanjutkan agar peserta betul-betul bisa paham. "Kalau bisa pelatihan seperti ini bisa berkelanjutan, jangan hanya sekejab. Namun tentu semua tergantung anggaran yang, tapi kalau ada kenapa tidak," tutupnya.

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help