TribunPontianak/

Eryan: Mempawah Laka Lantas Tertinggi Setelah Kota Pontianak

Kabupaten Mempawah ini, termasuk jalur pantura arah Singkawang, Sambas memang termasuk tingkat rawan laka lantas

Eryan: Mempawah Laka Lantas Tertinggi Setelah Kota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / DHITA MUTIASARI
Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Mempawah, Eryan Syaftari saat menyerahkan bantuan pencegahan laka lantas kepada Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, Senin (19/6) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Mempawah, Eryan Syaftari menyebutkan jalur jalan raya Mempawah menjadi satu diantara jalur rawan laka lantas.

"Kabupaten Mempawah ini, termasuk jalur pantura arah Singkawang, Sambas memang termasuk tingkat rawan laka lantas,"ujarnya, Selasa (20/6/2017).

Dari data-data laka lantas yang masuk kepihaknya, Eryan mengatakan tingginya angka laka lantas yang terjadi dijalur pantura ini khususnya masuk pada jalur jalan raya diMempawah tidak hanya tinggi saat menjelang lebaran saja, melainkan juga terjadi pada hari-hari biasa. "Karena memang lintasan ke arah utara,"ujarnya.

Maka ia menuturkan tingkat laka di jalur Mempawah ini kedua tertinggi dibanding wilayah Kota Pontianak.

"Kalau dibanding daerah lainnya, setelah Kota Pontianak, memang Kabupaten Mempawah yang tinggi kedua tingkat lakanya,"ujarnya. Terlebih dikatakannya untuk wilayah Kota Pontianak sendiri termasuk daerah Kubu Raya dan Ambawang dalam data kejadian laka lantasnya.

Dikatakan sejak Januari hingga Mei 2017 sudah mencatat baik korban laka lantas yang ditangani mulai dari meninggal dunia, luka-luka, hingga cacat tetap di wilayah Kabupaten Mempawah sejumlah Rp.1.287.396.648 dengan jumlah korban 103 orang.

Sementara santunan yang telah dibayarkan kepada korban laka lantas baik korban meninggal dunia maupun korban luka-luka yang diberikan jaminan biaya perawatan di rumah sakit dari tanggal 1 Juni 2017 hingga 7 Juni 2017 sesuai manfaat santunan yang baru berlaku 1 Juni 2017 sejumlah 157.644.168 dengan jumlah korban 8 orang.

"Jadi total santunan yang telah dibayarkan dari Januari sampai dengan 7 juni 2017 sebesar Rp.1.445.040.816 dengan total jumlah korban 111 orang," jelasnya.
Ia juga mengingatkan kembali, bahwa saat ini jumlah santunan kepada korban laka lantas meningkat 100 persen sejak tanggal 1 Juni 2017.

Hal ini ditandai setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/2017 tentang besar santunan dan iuran wajib dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang alat angkutan penumpang umum di darat, sungai/danau, dan PMK Nomor 16/2017 tentang besar santunan dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan. 

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help