TribunPontianak/

Polisi Amankan Sembilan Dus Rokok Diduga Ilegal dan Palsu

Saat anggota Polsek Ambawang tersebut meminta memperlihatkan dokumen, tersangka tak dapat menunjukan dokumen, bahkan rokok diduga palsu

Polisi Amankan Sembilan Dus Rokok Diduga Ilegal dan Palsu
ISTIMEWA
Anggota Reskrim Polsek Ambawang tunjukan rokok ilegal hasil sitaan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jajaran Polresta Pontianak mengamankan rokok sembilan dus ukuran besar tanpa dokumen dan diduga palsu dari seorang sales  di Jl Trans Kalimantan Kec Ambawang Kubu Raya,  Jumat (16/6) sekitar pukul 21.30 WIB.

Di ketahui sales rokok Edi Sudirman yang menguasai puluhan ribu bungkus tersebut bermula di tangkap oleh anggota Satreskrim Polresta Pontianak. Edi Suratman awalnya ditelepon seorang ekspidisi untuk mengambil barang berupa rokok dari mobil fuso yang sedang bongkar barang di dekat Tugu Alianyang Sungai Ambawang.

Kemudian sales tersebut datang menggunakan nmenggunakan mobil pickup KB 8495 AB mengambil barang berupa rokok tersebut, setelah rokok dimuat selanjutnya oleh tersangka akan di bawa ke Siantan.

Namun, saat di depan Mapolsek ambawang tersangka cepat dihentikan oleh petugas yang sedang melaksanakan razia. Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan rokok-rokok tersebut.

"Saat anggota Polsek Ambawang tersebut meminta memperlihatkan dokumen, tersangka tak dapat menunjukan dokumen, bahkan rokok diduga palsu," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli, Senin (19/6/2017).

Dikatakan Kasat, setelah tersangka tak dapat menunjukan dokumen, kemudian tersangka dan barang bukti langsung digiring ke Mapolresta Pontianak guna diproses hukum lebih lanjut. Kasus ini awalnya ditangani Polsek Ambawang, kemudian dilimpahkan kepada kita," jelas mantan Anggota Ditreskrimsus Polda Kalbar ini.

Tersangka diduga telah melanggar tindak Pidana di bidang Perlindungan Konsumen dan Tindak Pidana Merek.

"Pasal yang dilanggar itu yakni pasal 62 UU No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 102 UU RI No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis," tegasnya.

Selain sembilan koli rokok ilegal bahkan juga memiliki segel palsu itu, pihaknya berhasil mengamankan satu unit kendaraan berupa mobil pick up dengan KAB 8495 SB.

"Langkah kita selanjutnya yakni melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak ahli, termasuk dengan pemegang merek rokok asli tersebut dan di lakukan gelar perkara selanjutnya akan di lakukan pemberkasan untuk dikirim ke kejaksaan,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help