TribunPontianak/

Ramadan 1438 H

Inilah Tempat Wisata Lokal di Kapuas Hulu, Sering Dikunjungi Setelah Lebaran

Dimana setiap pasca lebaran, masyarakat mendatangi lokasi wisata lokal, dan itu sudah menjadi tradisi atau kebiasaan masyarakat, untuk mendatangi....

Inilah Tempat Wisata Lokal di Kapuas Hulu, Sering Dikunjungi Setelah Lebaran
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Periwisataan Kabupaten Kapuas Hulu Antonius. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Periwisataan Kabupaten Kapuas Hulu Antonius menyatakan, kunjungan wisata lokal di Kapuas Hulu pasca lebaran pasti banyak dikunjungi oleh masyarakat.

"Biasanya dua hari hingga tiga hari setelah lebaran, masyarakat kita sudah mengunjungi lokasi wisata lokal yang terdekat di daerahnya masing-masing," ujar Antonius kepada wartawan, Senin (19/6/2017).

Menurut Antonius, tingkat wisatawan lokal di Kapuas Hulu selalu meninggkat setiap tahun.

Dimana setiap pasca lebaran, masyarakat mendatangi lokasi wisata lokal, dan itu sudah menjadi tradisi atau kebiasaan masyarakat, untuk mendatangi tempat wisata.

Baca: Supaya Tenang Tinggalkan Rumah Saat Mudik, Ikuti Tips Berikut ini!

Baca: Tiga Kesalahan Persiapan Belanja Baju Lebaran yang Sering Dilakukan

"Kalau tempat wisata lokal kita di Kapuas Hulu sangat banyak, yang biasa dikunjungi oleh masyarakat kita," ucapnya.

Kalau tempat wisata lokal yang sering dikunjungi masyarakat seperti, wisata Medang Pulang dan Wisata Tunggal, di Desa Tani Makmur, Kecamatan Hulu Gurung, Riam Meruyau di Kecamatan Bunut Hulu, Bukit Ampan di Desa Nangga Lidi Kecamatan Pengkadan, Lubuk Mantuk di Desa Tekudak Kecamatan Kalis, Gurun Makai kecamatan Mentebah, Danau Kedungkang Batang Lupar, Tekenang Danau Dentarum, Balai Mupa, dan beberapa tempat wisata lainnya.

"Biasanya pengelola wisata menarifkan setiap warga yang pergi ke tempat wisata sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu perorang. Itupun tergantung acara ditempat wisata tersebut. Kalau banyak acara biasanya tarif lebih mahal, dan pasti banyak pengunjungnya," ucapnya.

Dengan ini Antonius, mengimbau kepada pengelola wisata lokal, harus bekerjasama dengan desa, kecamatan, dana aparat hukum. "Jadi hindari keamanan di objek wisata, di jalan, serta hindari narkoba itu sendiri," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help