TribunPontianak/

94 Persen Lahan di Kalbar Mengalami Degradasi

Saat ini hanya ada sekitar 6 persen saja lahan di Kalbar ini baik, sedangkan sisanya udah kritis dan potensial kritis.....

94 Persen Lahan di Kalbar Mengalami Degradasi
TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI
Saat Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menanam pohon pada peringatan hari penanggulangan degradasi lahan dan kekeringan dunia. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kalimantan Barat, Anggoro Dwi Sujiarto, mengatakan kalai saat ini hanya sekitar 6 persen saja lahan di Kalbar yang masih baik dan tidak kritis.

Sedangkan berdasarkan data yang ada selebihnya dari 6 persen itu, atau 94 persenya masuk dalam kategori kritis dan potensial kritis.

"Saat ini hanya ada sekitar 6 persen saja lahan di Kalbar ini baik, sedangkan sisanya udah kritis dan potensial kritis," ucapnya usai penanaman pohon dalam rangka Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia di Taman Kota Digulis Untan, Senin, (19/6/2017).

Untuk menanggulangi itu pihak BPDASLH Kapuas melakukan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan dan kegiatan lainnya.

Baca: Sutarmidji Tanam Pohon Cegah Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia

Bahkan khusus tahun ini BPDASLH Kapuas Kalbar, akan melaksanakan RHL seluas 850 Ha.

Penanggulangan yang dilakukan di antaranya dengan menanam pohon.

Dari total 850 Ha yang jadi target tahun ini, 400 Ha ada di hulu DAS Kapuas.

Bagian bantaran dan sempadan sungai pun jadi perhatian. Selain itu, Danau Sentarum juga masuk program.

Dikatakannya juga bahwa faktor penyebab kerusakan dan degradasi beraneka macam.

Hanya sebagian kecil dikarenakan faktor alam dan sebagian besar merupakan akibat tangan manusia.

Semisal pelaksanaan reklamasi yang kurang tepat.

"Khusus Kalbar yang kita fokuskan adalah Sungai Kapuas. Terutama daerah hulunya. Karena kalau hulunya bagus maka tengah dan hilirnya akan baik," katanya.

Diakuinya memang Sungai Kapuas sampai saat ini telah mengalami degradasi dan sedimentasi sehingga perlu penanganan yang serius.

Penulis: Syahroni
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help