TribunPontianak/

Bujang Dara Gawai Kalbar Berbagi Kasih di Panti Asuhan

Di sela-sela aktivitasnya, dara gawai Kalimantan Barat 2017 Yoanli Theresa Dea bersama 20 finalis bujang dara (budara) gawai lainnya....

Bujang Dara Gawai Kalbar Berbagi Kasih di Panti Asuhan
TRIBUNFILE/IST
Bujang dara (budara) gawai Kalimantan Barat 2017 mengunjungi panti asuhan Bunda Pengharapan, jalan Adi Sucipto, No 9B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (18/6/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di sela-sela aktivitasnya, dara gawai Kalimantan Barat 2017 Yoanli Theresa Dea bersama 20 finalis bujang dara (budara) gawai lainnya berkesempatan mengunjungi panti asuhan Bunda Pengharapan, jalan Adi Sucipto, No 9B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (18/6/2017) sore.

Kedatangan para budara gawai disambut antusias oleh anak-anak.

budara
TRIBUNFILE/IST

Dalam kegiatan berbagi kasih tersebut, selain berbagi pengalaman selama mengikuti rangkaian kegiatan ajang pemilihan budara, mereka juga mensosialisasikan tentang kebudayaan Dayak, memperkenalkan tari-tarian dayak.

Baca: Sibuk Ngomong dengan Sales, Nagita Sampai Enggak Lihat yang Dilakukan Rafathar, Astaga!

Baca: Positif Mengandung Babi, Inilah Empat Mie Instan Asal Korea yang Dijual di Pasaran

"Disini kami ingin mensosialisasi tentang kebudayaan Dayak, memperkenalkan berbagai tari-tarian dayak, kemudian sosialisasi tentang kesehatan seperti cara mencuci tangan yang baik dan benar, puji Tuhan mereka bisa menerimanya, intinya berbagi kasih kepada mereka," kata Yoanli Theresa Dea.

budara
TRIBUNFILE/IST

Para budara mengaku sangat senang mendapat kesempatan mengunjungi panti asuhan Bunda Pengharapan, bukan hanya soal mensosialisasi kebudayaan, para budara juga bisa lebih mengenal anak-anak panti lebih dekat dan kepedulian sosial mereka lebih di asah.

Pada kesempatan ini, budara memberikan cinderamata dan beberapa bantuan seperti peralatan mandi.

"Kenapa peralatan mandi, karena sebelumnya kita dapat info bahwa mereka dapat bantuannya belum sampai keperalatan mandi,kurang lah istilahnya, sangat senang dan bahagia karena bisa menjadi berkat untuk saudara-saudara kita yang lain," Ujar mahasiswi semester 4 Fakultas Mipa, Untan tersebut.

Pendamping Panti Asuhan Bunda Pengharapan, Suster Yeni mengatakan dengan adanya kunjungan budara gawai ini bisa memotivasi anak-anak panti, selain itu mereka juga semakin mengenal dan mencintai budaya, tradisi dan adat istiadat Dayak.

"Saat ini ada 23 anak, laki-laki 3 orang dan perempuannya ada 20 orang, dengan adanya kunjungan ini kita sangat senang, karena anak-anak kami bisa termotivasi, bisa mengingat, mengetahui serta mencintai budaya mereka yang mungkin sebelumnya mereka kurang tau dan kurang paham, sekarang dibuka wawasannya untuk mengetahui budaya dan juga kalau mereka sudah tau kan pasti mereka mencintai, dan ketika ada yang bertanya mereka bisa menjawabnya," kata Suster Yeni.

budara
TRIBUNFILE/IST

Kepada para budara, Suster Yeni berharap agar mereka semakin gencar mempromosikan budaya Dayak kepada kaum muda.

"Semoga dengan adanya sosialisasi, budaya dayak semakin dilestarikan, tradisi-tradisi yang lama bisa diangkat kembali dan tidak terpangaruh oleh jaman dan terus dilestarikan," ujarnya.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help