TribunPontianak/

Taruna Akpol Meninggal, Erma Desak Kapolri Pidanakan Semua Pelaku

Semoga almarhum diterima oleh Tuhan menuju ke pintu surga dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,

Taruna Akpol Meninggal, Erma Desak Kapolri Pidanakan Semua Pelaku
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HARYANTO
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil Kalbar, Erma Suryani Rani SH mengunjungi kantor Tribun Pontianak 

Akar masalah penyiksaan terhadap Taruna ini adalah tradisi kekerasan yang diturunkan dari tahun ke tahun. 

"Sudah seperti lingkaran setan. Karenanya trasidisi ini harus diputus oleh Pengasuh dan Sistem di Akpol," ungkapnya.

Taruna akpol ketika proses seleksinya dipilih orang-orang yang dianggap menonjol dari segi intelektual, psikis dan fisik.

Mereka dibentuk di Akpol dengan tujuan menjadikan taruna ini pimpinan Polri yang cerdas, tanggap dalam melayani masyarakat dan mampu memberantas penjahat.

Tradisi kekerasan yang terjadi antar Taruna membuat tujuan ini tidak tercapai.

"Saya malah curiga tradisi kekerasan akan menyebabkan merusakan fisik dan psikis yang akan dibawa hingga kelak sudah keluar dari kampus," terang Erma.

Dikatakan Erma, polisi Indonesia tugasnya adalah melindungi rakyat dan menangkap penjahat. Tradisi kekerasan di Akpol harus dihentikan.

Karena itu ia mendukung adanya audit independen dari institusi luar kepolisian untuk perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh. "Termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan pembinaannya oleh senior," tuturnya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help