TribunPontianak/

Sutarmidji: Aksi Bela Ulama Saya Minta Laksanakan dengan Santun

Tapi yang aksi bela ulama saya minta laksanakan dengan santun, ya kan ini Bela Ulama namanya kan, harus santun.

Sutarmidji: Aksi Bela Ulama Saya Minta Laksanakan dengan Santun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Personel Satuan Brimobda Den Gegana Polda Kalbar bersenjata lengkap saat Apel Kesiapan Pengamanan dalam rangka Pekan Gawai Dayak ke-32 tahun 2017 dan aksi kelompok tertentu di wilayah hukum Polresta Pontianak, di depan Taman Alun Kapuas, Jalan Rahadi Oesman, Pontianak, Jumat (19/5/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mempersilakan berlangsungnya dua kegiatan dalam waktu bersamaan yang akan digelar pada Sabtu (20/5/2017) besok, namun ditegaskannya, dalam pelaksanaan dua kegiatan tersebut, harus berjalan dengan aman dan tertib.

"Ya nggak apa-apa, kita persilahkan saja, ya Gawai jalan, ya yang aksi damai Bela Ulama juga silakan. Tapi yang aksi bela ulama saya minta laksanakan dengan santun, ya kan ini Bela Ulama namanya kan, harus santun. Dan yang gawai, laksanakan sesuai dengan adat istiadatnya, kan itu," tegasnya usai bersama Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo dan Dandim 1207/ BS Pontianak, Kolonel Inf Jacky Ariestanto memimpin langsung Apel Kesiapan Pengamanan dalam rangka Pekan Gawai Dayak ke-32 tahun 2017 dan aksi kelompok tertentu di wilayah hukum Polresta Pontianak, di depan Taman Alun Kapuas, Jalan Rahadi Oesman, Pontianak, Jumat (19/5/2017) sore.

Lanjutnya, jika dua kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik, tentunya tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya di Kota Pontianak, yang merupakan kota perdagangan dan jasa.

"Kalau ini berjalan dengan baik, kan Pontianak ini jadi nyaman gitu, soalnya Pontianak ini kota jasa dan perdagangan. Jangan dijadikan panggung untuk hal-hal yang membuat image-nya tidak baik. Kita membagun trust, membangun image itu tidak gampangloh, biayanya besar," jelasnya.

Baca: Siagakan Ribuan Personel TNI/ Polri Bersenjata Lengkap dan Kendaraan Taktis

Sutarmidji berharap, ke depan jika masyarakat hendak menyikapi suatu persoalan, dapat mengedepankan penegakan hukum yang berlaku serta mengutamakan penyelesaian dengan musyawarah.

"Tidak hanya masalah fisik ya, bentrok fisik ya, yang enggak pun, yang kayak-kayak gini pun kan, jadi ini ya. Cobalah ke depan, kita lebih bisa masing-masing, ya menyelesaikan satu masalah itu dengan penegakan hukum ya, kemudian musyawarah, itu yang paling penting. Kalau itu terjadi kita akan nyaman, apa sih yang mau dikejar, nikmatilah hidup ini dengan nyaman. Jadi saya silahkan, dan saya juga nanti akan ke lapangan. Mungkin yang di Rumah Radakng pak wakil, saya di lapangan ikut lihat situasi," terangnya.

Pengamanan yang diberikan aparat keamanan, menurutnya bukanlah dikarenakan kegentingan situasi di Kota Pontianak. Namun sebagai upaya menjaga dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat Kota Pontianak.

"Tujuan kita semuanya ini, bukan karena Pontianak genting dan lain sebagainya, nggak. Tapi untuk memberi rasa aman kepada masyarakat Pontianak dalam menikmati gawai dan memberi rasa aman bagi mereka yang menyampaikan aspirasinya dalam aksi Bela Ulama itu, udah itu saja," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help