TribunPontianak/

Stok Kebutuhan Pokok di Sintang Aman Hingga Lebaran

Masyarakat tidak perlu khawatir. Beras, gula pasir dan minyak goreng normal semua. Agen-agen juga memastikan semua aman sampai hari lebaran nanti.

Stok Kebutuhan Pokok di Sintang Aman Hingga Lebaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Bupati Sintang Jarot Winarno mengecek produk makanan kemasan kaleng inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar tradisional, supermarket dan agen sembilan bahan pokok (sembako)  di Holiday Mart Jalan  MT Haryono Sintang, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop & UKM) Sudirman pastikan stok barang kebutuhan pokok aman hingga Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah atau 2017 Masehi mendatang.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Beras, gula pasir dan minyak goreng normal semua. Agen-agen juga memastikan semua aman sampai hari lebaran nanti,” ungkapnya saat diwawancarai usai inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar tradisional, supermarket dan agen sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Sintang, Jumat (19/5/2017).

Sebagai langkah antisipasi harga beberapa barang kebutuhan pokok yang melambung saat ini. Disperindagkop dan UKM akan memanggil agen-agen yang menjual bawang putih, daging ayam ras dan daging sapi.

“Hal ini agar didapat solusi terbaik,” timpalnya.

Baca: Harga Bahan Kebutuhan Pokok di Pasar Sintang Melonjak Naik

Disinggung terkait tingginya harga bawang putih, Sudirman menerangkan hal ini lantaran kelangkaan. Kelangkaan bawang putih tidka hanya terjadi di daerah Kabupaten Sintang melainkan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kelangkaan bawang putih ini terjadi secara nasional. Agen-agen bawang putih di Sintang juga menginformasikan hal ini kepada kami,” jelasnya.

Untuk atasi kekurangan stok daging sapi, Sudirman mengatakan sudah ada solusi yakni penyediaan daging sapi beku oleh Bulog seharga Rp 80 ribu per kilogram (kg).

“Cuma yang masih menjadi masalah adalah kita tidak punya tempat penyimpanan daging beku. Daging itu harus habis ketika datang. Sebab, tidak boleh di atas delapan jam,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help