TribunPontianak/

Pemuda Muhammadiyah Desak Kasus Pelecehan Ibu Hamil Segera Disidang

Karena kalau terlalu lama, akan menimbulkan kesan negatif dari masyarakat ke penegak hukum,

Pemuda Muhammadiyah Desak Kasus Pelecehan Ibu Hamil Segera Disidang
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Hingga saat ini kasus dugaan pelecehaan seksual terhadap ibu hamil sembilan bulan, di Kecamatan Mentebah  yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa setempat, belum juga masuk ke dalam persidangan di Pengadilan Negeri Putussibau.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kapuas Hulu, Ahmad Yani mendesak untuk segera disidang. Dia juga menyatakan dukungannya terhadap penegak hukum di Kapuas Hulu.

Desakan itu disampaikan  supaya pihak berwenang segera mempersidangkan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap ibu hamil tersebut.

"Kita tahu kasus itu sudah cukup lama, mengapa belum juga dipersidangkan. Karena kalau terlalu lama, akan menimbulkan kesan negatif dari masyarakat ke penegak hukum," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, saat melakukan aksi damai untuk menyuarakan penolakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kapuas Hulu, Kamis (18/5/2017) sore.

Ahmad Yani berharap, kasus tersebut tidak hilang begitu juga, karena sudah ada tersangka dalam kasus itu. "Pastinya kami semua akan mengawal semua kasus kekerasan tersebut perempuan dan anak di Kapuas Hulu," ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Nasyiatul Aisyiyah Kapuas Hulu, Evi Fitriyani juga mengakui kalau dirinya tidak terlalu mengikuti kasus dugaan pelecehan seksual terhadap ibu hamil tersebut. Namun tetap mendesak pihak penegak hukum untuk segera mempersidangkan kasus itu.

"Kalau tidak terjadi serupa, maka penegak hukum harus segera memprosesnya. Jangan sampai ada kesan negatif dari masyarakat, mengapa kasus tersebut lama sekali untuk masuk ke persidangkan," ucapnya.

Menurutnya, untuk menegakan hukum jangan ada timbang pilih. Jadi siapapun orangnya yang melakukan tindakan melanggar hukum, harus ditegakan. "Kami sebagai perempuan, meminta kasus dugaan pelecehan seksual tersebut untuk segera dibawa ke meja hijau," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help