TribunPontianak/

Pemkab Ketapang Imbau PNS Pakai LPG Non Subsidi

Seluruh pegawai termasuk di Ketapang sebenarnya sesuai ketentuan berlaku harus memakai LPG non subsidi

Pemkab Ketapang Imbau PNS Pakai LPG Non Subsidi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Asisten II Setda Ketapang, Farhan saat diwawancarai awak media di Kantor Bupati Ketapang, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang mengimbau seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya menggunakan LPG non subsidi. Lantaran LPG bersubsidi diperuntukkan membantu masyarakat kurang mampu.

“Seluruh pegawai termasuk di Ketapang sebenarnya sesuai ketentuan berlaku harus memakai LPG non subsidi,” kata Bupati Ketapang, Martin Rantan melalui Asisten II Setda Ketapang, Farhan kepada wartawan di Ketapang, Jumat (19/5/2017).

Namun pihaknya tentu tidak bisa memantau satu pertasu dalam rumah pegawainya. Misalnya untuk memastikan semua pegawai itu tak menggunakan LPS 3 Kg bersubsi. Tapi situasi ini jika pun ada karena memang sudah hukum pasar.

Lantaran sebagai konsumen tentu maunya membeli dengan harga lebih murah. Apalagi barang yang dimaksud seperti LPG non subsidi tak sedang tak ada. Sedangkan LPG bersubsidi tersebut ada tentu pegawai pun akan membelinya.

Baca: Pertamina Sosialisasikan LPG Non Subsidi ke PNS di Ketapang

Lantaran penggunaan LPG tersebeut untuk kebutuhan hari-hari. Sehingga jika sudah membeli LPG bersubsidi maka bisa jadi kemudiaan hari kembeli membelinya. Meskipun misalnya LPG non subsidi tersebut sudah ada.

Terlebih meski gajinya pegawai ada tapi perekonomiannya kurang bagus. “Jadi pegawai Ketapang ini pasti ada yang memakai LPG bersubsi. Tapi totalnya berapa kita tidak tahu karena tidak bisa dipantau satu persatu,” ungkapnya.

Tapi ia tetap berharap seluruh PNS di Ketapang mengikuti ketentuan yakni menggunakan LPG non subsidi. “Sehingga LPG bersubsidi khususnya di Ketapang benar-benar bisa untuk masyarakat kurang mampu,” tuturnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help