TribunPontianak/

Pameran Ekonomi Kreatif 2017

Owner Karoeng Gonie Koe Manfaatkan Limbah Liat untuk Kerajinan

Pasalnya selain produk cunduct metalworks Indonesia, sub sektor kriya juga juga menampilkan produk menarik lainnya.

Owner Karoeng Gonie Koe Manfaatkan Limbah Liat untuk Kerajinan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Owner Handicraft Karoeng Gonie Koe, Yoga Chandra menunjukkan hasil karyanya. Sub sektor kriya merupakan satu diantara sub sektor yang menonjol dari 16 sub sektor ekraf yang ada. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2017 yang memamerkan ragam produk sayang untuk dilewatkan.

Pasalnya selain produk cunduct metalworks Indonesia, sub sektor kriya juga juga menampilkan produk menarik lainnya seperti produk Karoeng Gonie Koe yang tak lain dihasilkan dari limbah karung goni.

Owner Karoeng Gonie Koe, Yoga Candra yang pertama kalinya terlibat dalam Pameran Ekraf 2017 berharap pameran kali ini memberikam dampak pada pemasaran produk. Saat ini Yoga mengatakan mulai memasarkan produknya melalui supermarket dan mencoba memasukkan produknya ke pusat oleh-oleh.

Baca: Tembus Pasar Internasional, Harga Produk Conduct Metalworks Tertinggi Capai 500 Dolar AS

"Namun untuk pembelian melalui pemesanan terlebih dahulu karena stok terbatas. Kedepan kita juga akan stok agar memudahkan pemasaran apalagi untuk keperluan pasokan ke supermarket dan pusat oleh-oleh. Disini haraoan kita masyarakat mengenal dulu produk yang kita buat," ujar Yoga.

Untuk pengerjaan miniatur aktivitas menyumpit kata Yoga membutuhkan waktu sekitar 3 jam. "Sedangkan miniatur aktivitas suku dayak berburu 68x10x21 memakan waktu hingga setengah hari. Harganya berkisar Rp90 ribu hingga Rp1 jutaan," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help