TribunPontianak/

Harry Ronaldi: Sub Sektor Kriya Potensinya Besar

Saat ini ia melihat ada beberapa sektor yang paling menonjol seperti kriya kuliner, fashion, IT dan aplikasi, seni pertunjukan, musik dan fotografi.

Harry Ronaldi: Sub Sektor Kriya Potensinya Besar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Owner Handicraft Karoeng Gonie Koe, Yoga Chandra menunjukkan hasil karyanya. Sub sektor kriya merupakan satu diantara sub sektor yang menonjol dari 16 sub sektor ekraf yang ada. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Kepemudaan, Olahraga & Pariwisata, Harry Ronaldi mengatakan 16 sub sektor dari industri kreatif perlu meningkatkan kolaborasi antar sub sektor.

Saat ini ia melihat ada beberapa sektor yang paling menonjol seperti kriya kuliner, fashion, IT dan aplikasi, seni pertunjukan, musik dan fotografi.

"Untuk sub sektor kriya potensinya besar sekali, pasarnya terbuka lebar artinya potensinya luar biasa. Produk mereka disini dijual ke luar Kalbar bahkan luar negeri. Sayang sekali kalau kita sendiri tidak menghargai dan yang membeli malah orang luar. Penting untuk sesama anggota kriya membentuk jaringan network. Ini juga momen sharing produk, masyarakat menjadi tau masing-masing sub sektor ekraf," ujar Harry pada pelaksanaan Pameran Ekraf 2017 di PCC, Jumat (19/5/2017).

Melalui Pameran Ekraf 2017 yang mengikutsertakan Rumah Aktif (RumAktif) kata Harry ada unsur edukasi yang disampaikan ke masyarakat.

Baca: Tembus Pasar Internasional, Harga Produk Conduct Metalworks Tertinggi Capai 500 Dolar AS

"Sektor ini menjanjikan. Ternyata kreatifitas mahal suatu barang bahkan limbah bisa bernilai. Nah, untuk memasarkan perlu jaringan. Harapan kita kedepan ada suatu tempat yang bisa menghimpun ke semuanya sektornya ini," ujarnya.

Melihat terselenggaranya pameran dengan pertunjukan, music, mini bioskop, hingga pelaksanaan diskusi fotografi. Harry mengaku pameran ekraf kali ini menampilkan banyak hal berbeda dibanding pameran-pameran yang pernah ada di Kota Pontianak. Hal ini terlihat kata Harry melalui display stand, rundown acara dan pertunjukan yang diadakan.

"Diharapkan tujuan dari pameran ini yaitu mengenalkan 16 subsektor ekraf ke masyarakat. Harapan kita juga edukasi kepada masyarakat dapat terwujud sebagai bentuk upaya bersama menjadikan Pontianak sebagai kota kreatif. Singkat kata pameran ini keren dan kreatif. Harapannya meningkat dibanding tahun lalu," ujarnya.

Ia pun memuji penataan stan yang dinilainya teratur dan nyaman. "Beda dengan pameran biasanya pertama dari sisi stan biasanya sempit. Ini setiap jalan stan luas dan kita bisa melihat banyak hal. Produknya unik dan banyak titik potoboth. Ada juga studio dan mereka langsung live. Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan ini," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help