TribunPontianak/

Finalis Dara Gawai Dayak 2017 Domitila Reni Ajak Lestarikan Budaya

Dengan terciptanya rasa memliki, maka kita akan peduli untuk melestarikan dan mengkampanyekan kebudayaan dayak ke masyarakat.

Finalis Dara Gawai Dayak 2017 Domitila Reni Ajak Lestarikan Budaya - dara-gawai-dayak-kalimantan-barat-2017-domitila-reni_20170519_204642.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Satu di antara finalis dara Gawai Dayak Kalimantan Barat 2017, Domitila Reni. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Finalis Dara Gawai Dayak 2017 Domitila Reni Ajak Lestarikan Budaya - dara-gawai-dayak-kalimantan-barat-2017-domitila-reni_20170519_205628.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Satu di antara finalis dara Gawai Dayak Kalimantan Barat 2017, Domitila Reni. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Finalis Dara Gawai Dayak 2017 Domitila Reni Ajak Lestarikan Budaya - dara-gawai-dayak-kalimantan-barat-2017-domitila-reni_20170519_205038.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Satu di antara finalis dara Gawai Dayak Kalimantan Barat 2017, Domitila Reni. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Finalis Dara Gawai Dayak 2017, Domitila Reni (18) mengatakan, Gawai Dayak adalah sebuah even yang sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat Kalbar dan sekitar untuk mengetahui kebudayaan dayak dari berbagai sub suku dayak di daerah-daerah yabg ada di Kalbar.

Berpatisipasi dalam even gawai dayak merupakan hal yang sangat penting untuk generasi muda dayak karena dengan hal itulah akan terciptanya rasa memiliki yang lebih dan peduli yang kuat terhadap budaya dayak.

"Dengan terciptanya rasa memliki, maka kita akan peduli untuk melestarikan dan mengkampanyekan kebudayaan dayak ke masyarakat," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Jumat (19/5/2017).

Dara kelahiran Kota Pontianak 23 Mei 1998 ini mengaku mengikuti pemilihan bujang dara gawai karena keinginan mengajak kaum muda untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan dayak dengan hal-hal yang positif.

Baca: Kartius Larang Minuman Keras Selama Gawai

Sebelum mengajak generasi lainnya, ia memulai dari dirinya sendiri, karena kecintaannya terhadap kebuyaan ini ingin ikut serta menjaga dan melestarikan kebudayaan Dayak.

Satu di antara contohnya dengan mengadakan bakti sosial dan menggunakan kerajinan dari kebudayaan Dayak Kalbar.

"Maka dari itu kita bisa sambil mempromosikan hasil kebudayaan kita karna orang dayak mempunyai kreativitas yang sangat tinggi. Maka dari itu marilah kita sebagai kaum muda untuk lebih perduli dengan kebudayaan kita," tutur Pelajar SMA Taman Mulia Kubu Raya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help