TribunPontianak/

Dinsos Singkawang Amankan Pengemis dari Pemangkat

Dia ini kebetulan masuk ke kantor untuk mengemis, terus kami tanyai ternyata berpura-pura berjalan dengan cara merangkak.

Dinsos Singkawang Amankan Pengemis dari Pemangkat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Jamila saat diamankan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Salah seorang pengemis bernama Jamilah dari Pemangkat diamankan dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kota Singkawang.

Pengemis ini saat beroperasi berjalan dengan kedua kaki dan kedua tangan namun setelah di amankan pengemis tersebut dapat berjalan dengan kedua kakinya.

"Dia ini kebetulan masuk ke kantor untuk mengemis, terus kami tanyai ternyata berpura-pura berjalan dengan cara merangkak. Padahal dia bisa berjalan dengan kedua kakinya walaupun memang tidak sempurna karena mengidap polio," ujar Kasi Perlindungan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak, Mujiadi, Jumat (19/5/2017).

Kejadian ini juga sempat viral di media sosial, pasalnya foto yang diunggah pengemis tersebut jauh berbeda dengan saat ia beroperasi. wilayah operasinya berada di sekitar wilayah Singkawang dan Mempawah.

Baca: BPJS Kesehatan Singkawang Gunakan Drop Box untuk Pendaftar

"Dilihat dari fisiknya juga terawat, kalau memang ia jalan dengan kedua kaki dan kedua tangan tentu tangannya tidak sehalus saat kami mintai keterangan. Kami khawatir jika dia memang dimanfaatkan karena menurut penuturan tetangganya ia merupakan warga yang berkecukupan," ungkapnya.

Penghasilan dari mengemis ini menurutnya juga cukup besar untuk perharinya. Dimana pengemis ini diakuinya pula telah tiga kali menikah dan memiliki tiga orang anak.

"Menurut pengakuannya perhari mencapai 200-500 ribu, dimana ia di drop di sekitar sungai Wie kemudian beroperasi di dalam kota. Dia ini suaminya sudah tiga dan memiliki tiga orang anak," tuturnya.

Sebelumnya memang ia pernah mengemis untuk pengobatan suami pertamanya. Semenjak itulah menurut Mujiadi, Jamilah ini semakin giat mebgmis karena merasa hasilnya sangat memuaskan.

"Dulu pernah saat suaminya sakit mungkin sekarang sudah meninggal, dia ini mengemis di sekitar taman burung. Kemudian kami berikan bantuan dan meminta agar dia tidak mengemis, ternyata tetap mengemis, menurut penuturan dia, sudah tiga tahun mengemis," katanya.

Pihak Dinas kemudian membuatkan surat pernyataan kepada Jamilah agar tidak lagi mengemis. Karena dinilai memiliki fisik yang cukup baik dan tingkat ekonomi yang baik pula.

"Kami minta dia membuat pernyataan untuk tidak lagi mengemis di Kota Singkawang. Dan kemudian kami antarkan dia ke kediamannya di Pemangkat," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help