TribunPontianak/

Desak Bupati Ketapang Keluarkan Surat Edaran Penggunaan LPG Subsidi

Menurut saya sebaiknya Bupati Ketapang juga menyeratainya dengan membuat surat edaran agar pegawainya menggunakan LPG non subsidi.

Desak Bupati Ketapang Keluarkan Surat Edaran Penggunaan LPG Subsidi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Pengendara melintas di dekat Tosa yang membawa tabung gas LPG 12 Kg di sekitar komplek Pasar Lama Ketapang, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait imbauan Pemkab Ketapang agar pegawai negeri sipil di lingkungannya menggunakan LPG non subsidi. Fraktisi Hukum Ketapang, Darius Ivo Elmoswat SH menyarankan agar Bupati Ketapang juga membuat surat edaran terkait hal itu.

“Selain imbauan tersebut. Menurut saya sebaiknya Bupati Ketapang juga menyeratainya dengan membuat surat edaran agar pegawainya menggunakan LPG non subsidi,” katanya kepada awak media di Ketapang, Jumat (19/5).

Ia menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendisitribusian LPG. Bahwa terdapat tata cara pelaksanaan sistem pendistribusian LPG tertentu.

Di antaranya LPG bersubsidi diperuntukan bagi keluarga yang mempunyai penghasilan tidak lebih dari Rp 1,5 Juta per bulan. Sedangkan ia yakin semua PNS di Ketapang saat ini penghasilannya sudah melebihi Rp 1,5 juta per bulan.

Baca: Pemkab Ketapang Imbau PNS Pakai LPG Non Subsidi

“Jadi Bupati Ketapang bisa membuat surat edaran tersebut menindaklanajuti Peraturan Menteri itu agar semua pegawainya menggunakankan LPG non subsidi,” tutur Mantan Anggota DPRD Ketapang priode 2004-2009 ini.

Ia menambahkan tapi surat edaran juga diperuntukkan bagi pengusaha yang berpenghasilan luman besar di Ketapang. Lantaran hingga saat ini diduga masih banyak pengusaha menegah keatas menggunakan LPG bersubsidi.

“Misalnya penyediaan makanan di hotel, restoran dan lain sebagainya. Saat ini diduga masih ada yang menggunakan LPG bersubsidi. Pada hal jika dilihat berdasarkan penghasilannya sudah tak layak lagi menggunakan LPG bersubsidi,” jelasnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help