TribunPontianak/

Citizen Reporter

Bupati Sambas Minta Pimpinan SKPD jadi Koordinator Zakat

Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah bisa menjadi pelopor sekaligus berperan aktif mengkoordinir dan mengumpulkan zakat, infaq dan sadaqah.

Bupati Sambas Minta Pimpinan SKPD jadi Koordinator Zakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana seminar Zakat Profesi di Lingkungan Pemda Kab Sambas di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Kamis (18/5/2017). 

Citizen Report
Zulfian
Staff Humas Pemkab Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas mengharapkan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah bisa menjadi pelopor sekaligus berperan aktif mengkoordinir dan mengumpulkan zakat, infaq dan sadaqah bagi pegawai negeri sipil dilingkungan masing-masing.

Penegasan itu disampaikan Bupati Sambas melalui Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab Sambas, Uray Santosa pada seminar Zakat Profesi di Lingkungan Pemda Kab Sambas di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Kamis (18/5/2017).

Dalam pemberdayaan zakat infaq dan sadaqah, Asisten II mengingatkan seluruh jajaran pengurus Baznas Kabupaten Sambas mengedepankan prinsip pemerataan dan keadilannya dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat sehingga akan dapat membantu untuk mengurai masalah kemiskinan di Kabupaten Sambas.

Khusus pengumpulan zakat melalui Baznas masih belum maksimal. Kata dia permasalahan yang nyata adalah pemahaman atau persepsi dari masyarakat yang berbeda.

“Masyarakat saat ini masih cenderung menyalurkan sendiri, namun saya mengapresiasi apa yang dilakukan Baznas di Kabupaten Sambas saya bergembira karena grafik pendapatannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada baznas semakin meningkat,” tuturnya.

Baca: Sambas Juara Satu Penyuluhan Hukum Tingkat Provinsi di Kayong Utara

Uray Santosa menyebutkan pengelolaan zakat telah mendapat dukungan regulasi hukum. Buktinya sebut dia adanya undang-undang nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang seterusnya diubah menjadi undang-undang nomor 23 tahun 2011.

“Baznas ini mutlak harus dilaksanakan dikarenakan merupakan amanat dari undang-undang dalam kepengerusannya sesuai dengan keputusan Bupati Nomor 47/Setda-Kesra/2017 tanggal 6 Februari 2017 tentang Pengurus Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kab Sambas Periode 2016-2021,” jelas dia.

Asisten II menjelaskan sangat penting membangun kesadaran dan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang zakat, infaq dan shadaqah. Selain hal itu lanjut dia terlebih penting lagi bagaimana mempermudah pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah.

Halaman
12
Penulis: Raymond Karsuwadi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help