TribunPontianak/

Prajurit TNI Meninggal Saat Gladi Bersih di Natuna Karena Ledakan Bom

dua orang meninggal sementara tiga luka berat akibat tertembak meriam teman sendiri di Natuna.

Prajurit TNI Meninggal Saat Gladi Bersih di Natuna Karena Ledakan Bom
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Sejumlah helikopter milik TNI AD melakukan review untuk melanjutkan perjalanan ke Ranai Kepulauan Natunan, dalam rangka latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), di Main Apron Skadron 1 Lanud Supadio, Minggu (7/5). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA – Gladi bersih latihan PPRC di Tanjung Datuk Natuna menyebabkan korban dua prajurit TNI meninggal sementara beberapa luka parah, Rabu (17/5/2017) pukul 11.00 WIB.

Diberitakan Tribunnews.com, dari informasi yang dihimpun, dua orang meninggal sementara tiga luka berat akibat tertembak meriam teman sendiri di Natuna.

 Sesaat setelah musibah terjadi, korban dilarikan ke RSUD Natuna.

Kepanikan terlihat saat kejadian tersebut terjadi.

Seluruh korban berasal dari Satuan Yon Arhanud 1 Kostrad.

1. Pratu Marwan, meninggal dunia pukul 12.22 WIB.

2. Praka Edy, meninggal dunia.

3. Pratu Bayu Agung, luka parah.

4. Serda Alpredo Siahaan, luka parah.

5. Prada Danar, luka parah.

6. Pratu Ridai, luka pada bagian lutut.

7. Pratu Didi Hardianto, luka pada bagian tangan kiri.

8. Sertu Blego Switage, luka pada tangan kiri dan perut.

9. Pratu Ibnu Hidayat meninggal dunia

10. Danrai Kapten Arh Heru, meninggal dunia.

Latihan ini rencananya akan dikunjungi Presiden Joko Widodo pada tanggal 19 Mei 2017.

Editor: Galih Nofrio Nanda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help