TribunPontianak/

Pameran Ekraf 2017 Dibuka Besok

Peserta pameran dari 16 subsektor sudah siap dengan pameran besok. Malam ini ada gladi resik untuk opening art.

Pameran Ekraf 2017 Dibuka Besok
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Panitia mempersiapkan mini jembatan Kapuas. Jembatan mini yang akan dihias sedemikian rupa ini bisa pengunjung temui di pameran Ekraf 2017 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pameran Ekonomi Kreatif Pontianak 2017 akan dibuka Kamis (18/5/2017) besok. Acara yang akan dimeriahkan oleh 16 sub sektor ekonomi kreatif (ekraf) ini akan berlangsung di Pontianak Convention Center (PCC) di Jalan Sultan Abdurrahman pada 18-21 Mei mendatang.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Kepemudaan, Olahraga & Pariwisata, Harry Ronaldi mengatakan hingga saat ini persiapan pameran sudah mencapai 80 persen. Sisanya 20 persen adalah pembuatan stand peserta.

"Peserta pameran dari 16 subsektor sudah siap dengan pameran besok. Malam ini ada gladi resik untuk opening art. Opening art ini berbeda dengan pembukaan pameran lainnya. Ada flashmob dan penggunaan sarung corak insang kepada para tamu dan seluruh peserta pameran," ujar Harry.

Ia berharap melalui kegiatan ini, pelaku UMKM di Kota Pontianak yang tergabung dalam Rumah Aktif (Rumaktif) bisa memanfaatkan peluang yang ada. Terlebih potensi ekraf di Kota Pontianak luar biasa.

Baca: Datang dan Menangkan Hadiah di Lima Perlombaan Pameran Ekraf 2017

"Potensinya luar biasa hanya perlu pembinaan dan fasilitas. Dari sisi produk atau jasa yang dhasilkan sudah Pameran ini sebagai ajang promosi produk kreatif dan edukasi kepada masyarakat tentang ekonomi kreatif. Diharapkan dengan pameran ini, ekonomi para pelaku ekraf semakin meningkat serta semakin dikenal produknya oleh masyarakat luas," ujarnya.

Dari sisi jasa desain, ia juga mengaku sudah banyak hasil desain produk pelaku Ekraf yang dibeli oleh negara ASEAN. Namun diakuinya sebagian besar pelaku Ekraf di Kota Pontianak masih perlu difasilitasi agar memiliki ruang untuk berkresi dan berekspresi.

"Kuncinya di masalah mental dan kolaborasi. Pelaku Ekraf dari 16 sub sektor perlu meningkatkan kolaborasi antar sub sektor. Ini yang sedang di upayakan oleh kami saat ini. Ada beberapa sektor yang paling menonjol seperti kuliner, fashion, IT dan aplikasi, kriya, seni pertunjukan, musik dan fotografi," ujarnya.

Untuk memberikan ruang kepada pelaku Ekraf, Harry mengatakan pemerintah melakukan beberapa program seperti Kirab Budaya, Festival Kuliner, Pameran Ekonomi Kreatif yang digelar dua kali setahun dan ada juga Festival Barista. Pameran ini diakui Harry sebagai sarana mengedukasi masyarakat mengenai 16 subsektor Ekraf.

"Dengan edukasi dharapkan masyarakat memahami bahwa Ekraf dapat memberikan lapangan pekerjaan baru yang sangat menjanjikan. Ekraf adalah masa depan, banyak jenis pekerjaan baru yang akan muncul dari Ekraf. Kita patut berbangga dan tugas pemerintah untuk memberikan support penuh," ujarnya.

Ia mengatakan Pameran Ekonomi Kreatif Pontianak 2017 ini akan dimeriahkan oleh puluhan stan. "Data untuk pemerintahan yang ada dari Rumaktif ada 20 stand. Pemkot akan ikut serta dengan 4 stand. Total 24 stand Pemkot. Sebanyak 20 stand itu mewakili 16 pelaku Ekraf dan stand pengurus Rumaktif," ujarnya.
Pantitia pelaksana Pameran Ekonomi Kreatif Pontianak 2017, Arfian mengatakan saat ini persiapan pameran sudah hampir 100 persen. Ia mengatakan pada pelaksanaan pameran yang menampilkan ragam produk kreatif Kota Pontianak diikuti oleh 90 stan peserta.

"Semuanya sudah terjual, persiapannya juga sudah 90 persen. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini kita akan hadirkan jembatan kapuas ke pameran. Semua pengunjung yang hadir wajib melewati jembatan ini dan akan menjadi obyek foto karena ciri khas Kota Pontianak," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help