TribunPontianak/

Oesman Sapta: Bangun Pasar Indonesia, Jangan Pikirkan Pasar Asean Dulu!

Jika saat ini pengolahan CPO dilakukan diluar harus dipikirkan kata Oso bagaimana kedepan semua terpusat di Kalbar.

Oesman Sapta: Bangun Pasar Indonesia, Jangan Pikirkan Pasar Asean Dulu!
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Ketua DPD RI, Oesman Sapta saat menyampaikan sambutan. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketua DPD RI, Oesman Sapta turut hadir dalam pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2017-2022 yang kembali dinahkodai Santyoso Tio.

Pada pelantikan Rabu (17/5/2017) ia mengajak seluruh anggota Kadin memanfaatkan pasar dalam negeri.

"Jangan memikirkan pasar Asean dulu, Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar di dunia dengan jumlah penduduk terbesar. Kenapa kita harus membangun Asean market, market terbesar di Asean dengan jumlah 260 juta rakyat adalah Indonesia. Mari kita bangun pasar Indonesia, sisanya baru dikasih ke pasar Asean," ujar Oso pada Rabu (17/5/2017).

Jika saat ini pengolahan CPO dilakukan diluar harus dipikirkan kata Oso bagaimana kedepan semua terpusat di Kalbar.

Kedepan kata Oso proses pengolahan hingga finishing product harus dilakukan di Kalbar agar biaya yang dikeluarkan kata dia bisa ditekan dan menguntungkan petani dan pengusaha.

Baca: BREAKING NEWS: Mantan Kepala dan Sekretaris Dinkes Ketapang Dituntut 20 Tahun Penjara

"Kenapa harus izin ke luar di Surabaya, Medan Sumatera, Medan dan lainnya. Harusnya hingga finishing hingga menghasilkan jenis produk di Kalbar. Kenapa harus di produksi disini. Karena dengan demikian ada transfer teknologi. Kita bangga presiden kita yang tidak hanya menfokuskan pembangunan di pulau Jawa," ujarnya.

Perlu dipikirkan kata Oso bagaimana membangun sistem kedepan dengan menyatukan 5S.

Karena dalam membangun daerah, menurut Oso, ada 5 hal yang harus dijalankan.

Kelima hal yang disebut '5S' itu harus dijalankan kepala daerah untuk memajukan wilayahnya.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help