TribunPontianak/

Viral Sosial Media

Foto Bocah Afghanistan Salat di Sebelah Gerobak Es Krim Jadi Viral

Biasanya ia merupakan anak yatim piatu yang tak memiliki cukup biaya untuk bersekolah maupun untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Foto Bocah Afghanistan Salat di Sebelah Gerobak Es Krim Jadi Viral
Dok Media Sosial
Seorang bocah di Kandahar, Afghanistan menunaikan salat di samping gerobak es krim dagangannya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, - Foto seorang bocah di Kandahar, Afghanistan kembali viral di media sosial. Foto yang memperlihatkan seorang bocah tengah menunaikan salat di samping gerobak es krim dagangannya tersebut, pada tahun 2015 silam sebenarnya sudah dibagian ribuan netizen.

"Dia mungkin tak butuh popularitas, tapi apa yang dia lakukan benar-benar menginspirasi banyak orang,' cuit seorang pengguna twitter.

Tidak dijelaskan identitas bocah tersebut serta kapan adegan itu direkam. Namun sejumlah netizen mengatakan bahwa ini merupakan pemandangan yang mudah ditemui di Kandahar, wilayah yang didera konflik.

Baca: Sejarah Kopi Cap Obor Sin Khi Hiang, Kopi Legendaris di Pontianak

Biasanya ia merupakan anak yatim piatu yang tak memiliki cukup biaya untuk bersekolah maupun untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Rilis yang dikeluarkan PBB pada tahun 2016 silam, mengungkap fakta memperihatinkan terkait nasib anak-anak di Afghanistan. Mereka berjuang untuk mendapatkan layanan perawatan kesehatan serta akses pendidikan. Ini akibat dari konflik yang meluas di wilayah tersebut.

Baca: Oesman Sapta: Bangun Pasar Indonesia, Jangan Pikirkan Pasar Asean Dulu!

Tahun 2015 lalu, UNICEF mencatat ada 125 peristiwa yang berpengaruh terhadap akses kesehatan. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun 2014 yang hanya terjadi 59 peristiwa, meliputi pembunuhan terhadap 20 petugas kesehatan, 43 mengalami luka-luka, dan 66 orang tak diketahui nasibnya. Sementara peristiwa yang berkaitan dengan akses terhadap pendidikan tercatat sebanyak 132 kali peristiwa, meliputi 11 pengajar terbunuh dan 15 terluka.

Baca: Kopi Cap Obor Sin Khi Hiang Bakal Tawarkan Varian Baru Dalam Kemasan Sachet Ekonomis

257 peristiwa lainnya tercatat pada tahun 2015, berkaitan dengan intimidasi, meningkat 182 persen dari tahun 2014.

Konflik juga mengakibatkan sekitar 369 sekolah rusak pada tahun 2015 silam. Ini mempengaruhi 139 ribu pelajar dan 600 orang staf pengajar. (*)

Editor: Galih Nofrio Nanda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help