TribunPontianak/

Cornelis Minta Tinjau Ulang Kesepakatan Border Trade Agreement

Kami dari pemerintah provinsi Kalimantan Barat terus mendorong hal ini. Untuk itu, saya minta Kadin juga bisa berperan.

Cornelis Minta Tinjau Ulang Kesepakatan Border Trade Agreement
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis saat menyampaikan sambutan. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis meminta pengurus Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat untuk mendorong percepatan perubahan kesepakatan Border Trade Agreement (BTA) antar Indonesia-Malaysia karena dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi yang ada saat ini.

"Kami dari pemerintah provinsi Kalimantan Barat terus mendorong hal ini. Untuk itu, saya minta Kadin juga bisa berperan, agar ini bisa segera direalisasikan. Pengurus yang baru dilantik semangatnya harus menggebu-gebu. Agar semua bisa kita realisasikan," ujar Cornelis pada pelantikan Pengurus Kadin Kalbar periode 2017-2022 pada Rabu (17/5/2017).

Cornelis menilai kesepakatan BTA yang dibuat pada tahun 1970, sampai dengan saat ini belum ada perubahan.

Dimana dalam kesepakatan tersebut terdapat aturan batasan maksimal RM600 (600 ringgit Malaysia) untuk sekali jalan bagi pedagang lintas batas negara.

Baca: Kadin Mitra Kerja Pemerintah untuk Bangun Daerah

Ia mengatakan tingkat inflasi yang tinggi, membuat nilai RM600 ringgit sudah tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan para pelaku lintas batas. Apalagi untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di perbatasan, semakin jauh dari harapan.

"Saya minta itu ditinjau ulang. Nilai tersebut dulu mungkin besar, tapi sekarang sudah tidak relevan lagi. Ruh dari perdagangan lintas batas kan agar bagaimana masyarakat yang ada di kawasan pesisir dan berbatasan langsung dengan negara tetangga bisa sejahtera," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help