TribunPontianak/
Home »

Bisnis

» Mikro

Berdayakan Warga Sekitar, Ratih Buka Kelas Rajut Gratis

Semoga produksi rajutan dengan membawa khas kearifan lokal Kalbar lebih dapat dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia.

Berdayakan Warga Sekitar, Ratih Buka Kelas Rajut Gratis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Satu di antara produk Ainiyah Handicraft 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memiliki bakat merajut tak lantas membuat Ratih pelit ilmu. Untuk memberdayakan masyarakat di sekitar, Ratih membuka kelas merajut untuk umum.

Peserta tidak harus membayar karena kelasnya gratis. Ratih berharap semakin banyak masyarakat Kalbar yang tertarik dengan kerajinan rajutan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

"Semoga produksi rajutan dengan membawa khas kearifan lokal Kalbar lebih dapat dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia maupun dapat menjangkau keluarga Indonesia. Harapan kita juga semakin banyak masyarakat Kalbar yang tertarik dengan kerajinan rajutan agar dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga," ujar Ratih pada Selasa (15/5/2017).

Untuk mendapatkan hasil memuaskan seperti sekarang diakui Ratih bukan hal mudah. Ia sendiri mempelajari rajut semenjak sekolah menengah pertama, dengan hanya memperhatikan sang nenek yang hobi merajut. Saat itu Ratih mengaku hanya di ajarkan cara membuat rantai, karena dasar merajut itu adalah membuat rantai.

Baca: Video Warga Desa Jaya Mentari Sintang Rajut Kerajinan Tangan

Selebihnya Ratih yang dulunya belajar sendiri merajut dari rasa penasaran. Sempat vakum beberapa tahun dan sampailah pada beberapa tahun terakhir kembali tertarik dengan dunia rajutan. Makanya Ratih berharap kedepan banyak anak muda yang tertarik merajut dan menjadikan aktivitas merajut menjadi aktivitas yang mengasikkan.

"Sebenarnya saya sempat vakum beberapa tahun. Melihat dari sosial media dari luar negeri yang bagus-bagus produknya, dengan kombinasi menarik. Apalagi saya juga tertarik dengan benang-benang yang berwarna-warni serta beraneka ragam, membuat saya ingin lebih mendalami merajut. Akhirnya saya belajar merajut dari buku-buku yang saya beli dan dari video di youtube," ujarnya.

Melihat peluang yang ada, Ratih yang dulunya menjadikan aktivitas rajutan sebagai sampingan memilih untuk fokus merajut. Harga sebuah produk rajutan pun Ratih nilai cukup memuaskan lantaran konsumen mengetahui tingkat kesulitan merajut.

"InsyaAllah di Pameran Ekonomi Kreatif pada 20 Mei nanti dan di festifal pasar rakyat kami akan ada workshop kerajinan tangan. Setelah belajar biasanya seperti pengalaman saya akan tertantang menghasilkan sebuah produk yang beda dengan lainnya dari segi pola dan bentuk," ujar Ratih.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help