TribunPontianak/

Atasi Inflasi Ramadan, Tim TPID Siapkan Virtual Meeting Via Aplikasi

Suatu aplikasi real time yang memudahkan anggota TPID untuk mengambil berdiskusi menentukan kebijakan dan mempercepat proses eksekusi kebijakan.

Atasi Inflasi Ramadan, Tim TPID Siapkan Virtual Meeting Via Aplikasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Pedagang ayam potong menawarkan dagangannya beberapa waktu lalu di Pasar Flamboyan. Harga daging ayam potong kerap mengalami kenaikan jelang hari besar. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mengantisipasi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang ramadan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan melakukan berbagai upaya. Hal ini sebagai bentuk komitmen TPID dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar dalam menjaga stabilitas harga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan untuk TPID Kota Pontianak bahkan sudah menyiapkan virtual meeting (Gencil Virtual Meeting). Dwi mengatakan dengan adanya aplikasi tersebut bisa diambil langkah cepat dalam mengatasi kenaikan harga.

"Suatu aplikasi real time yang memudahkan anggota TPID untuk mengambil berdiskusi menentukan kebijakan dan mempercepat proses eksekusi kebijakan. Group ini melibatkan group high level dan group technical level," ujar Dwi kepada tribun Minggu (14/5/2017).

Dwi mengatakan adapun yang tergabung dalam group virtual meeting ini ada dua group yakni group high level dan group tim teknis.

Untuk group high level diisi para pimpinan seperti Walikota, Kapolresta, Kepala BI, Kepala Bulog, Kepala SKPD Kota. Sedangkan group technical level diantaranya para pelaksana eksekusi kebijakan.

Baca: Agusmadi: Jelang Ramadan, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Ketapang Normal

Sebagai contoh kata Dwi, bila ada gejolak harga barang atau jasa yang terpantau oleh pemerintah kota meningkat diatas harga normalnya.

Maka kata Dwi melalui virtual meeting akan dibahas real time proses pengambilan kebijakan maupun teknis eksekusi penanganan inflasinya.

Bentuk kemudahan lain kata Dwi, pengecekan harga bisa dilakukan melalui aplikasi gencil. Sedangkan untuk anggota TPID, aplikasi ditambah dengan aplikasi virtual meeting yang sifatnya real time. "Layanan sms untuk mengecek harga juga masih bisa digunakan jika hanphone pengguna tidak berbasis android/iOS," ujar Dwi.

Dwi menyebutkan ada beberapa komoditas yang rawan inflasi. "Biasanya kenaikan harga terjadi bertahap dimulai 3 minggu sebelum ramadan. Tidak semuanya komoditas-komoditas tertentu seperti beras, jenis ikan-ikan, sayur-sayuran, telur ayam kampung," ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang ramadan dan lebaran TPID Kalbar juga terus mendorong produktivitas pangan. Berbagai pihak yang tergabung di TPID juga mendorong ketersediaan kebutuhan pokok dalam jumlah memadai.

"Saat permintaan masyarakat tinggi namun stok aman maka tidak ada alasan pelaku ekonomi untuk mempermainkan harga. Makanya jalur distribusi barang harus tetap lancar. Agar arus barang lancar dan proses jual beli tidak terkendala," ujarnya.

Jika ditemukan adanya pedagang nakal, Dwi mengatakan juga akan dilakukan penindakan oleh pihak berwajib.

"Jika permintaan kebutuhan pokok naik, kita akan gelar pasar murahnya di pinggiran pusat kota agar masyarakat tidak terfokus ke kota," ujar Dwi.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help