TribunPontianak/

Antisipasi Kerusakan Moral, LDII Kalbar Buka Kelas Tahfidz Alquran

Alasan inilah yang menjadi pertimbangan DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar melalui Ponpes Al Muqorrobun Pontianak menyelenggarakan....

Antisipasi Kerusakan Moral, LDII Kalbar Buka Kelas Tahfidz Alquran
TRIBUNFILE/IST
DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar melalui Ponpes Al Muqorrobun Pontianak menggelar tahfidz qur'an. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menciptakan generasi unggul bukanlah perkara mudah melainkan butuh keseriusan dan fokus.

Alasan inilah yang menjadi pertimbangan DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar melalui Ponpes Al Muqorrobun Pontianak menyelenggarakan kelas tahfidz Alquran.

"Kita yakin dengan mereka menjadi hafidzul alquran akan melahirkan generasi yang unggul dan berakhlaqul karimah," ujar Susanto Ketua DPW LDII Kalbar melalu rilis yang diterima tribunpontianak.co.id, Rabu (10/5/2017).

Para santri tahfidzul qur'an selain menghafal alquran juga diarahkan untuk memahami dan mengamalkan kandungan dari Firman Allah itu.

Baca: PLN Akui Mengalami Kerugian Rp 6 Miliar Akibat Layang-Layang

"Target kita bukan sekedar menghafal ayat dalam alquran melainkan menjalankan yang terkandung dari ayat-ayat Firman Allah," tegas dia.

Adapun tujuan dari kegiatan ini lebih ditujukan untuk memberikan motivasi.

"Dengan mengunjungi beberapa Ponpes Tahfidzul alquran di Jakarta dan Bandung diharapkan bisa memotivasi santri-santri di sini," ujar Susanto.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar H. Hamzah Tamwil menyambut baik program ini dan mudah-mudahan lahir generasi yang Islami.

"Menghafal alquran itu gampang, tetapi menjaga dan menjalankan itu yang berat. Tetapi anak yang hafal alquran Insya Allah lebih baik perilaku kesehariannya," ujar Hamzah.

Sehingga tadi kita juga pesankan kepada para santri agar kunjungan di beberapa ma-had tahfidzul alquran yang ada di Jakarta dan Bandung bisa dimanfaatkan secara optimal.

"MUI juga berharap selain menjadi generasi Islami dengan program Tahfidzul alquran juga lahir para da'i atau ulama yang bermanfaat bagi umat, bangsa dan agama," ungkapnya.

Adapun peserta wisata Tajfidzul alquran diikuti 40 orang Santri dengan menempuh perjalanan selama 3 hari di beberapa Ponpes Tahfidzul alquran di Jakarta dan Bandung. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help