TribunPontianak/

Alfian: Dari Dulu Islam Umat Pemersatu Bangsa, Bukan Pemecah Belah

Ingat, itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Karena harta, pangkat dan jabatan paling setahun dua tahun jabatan

Alfian: Dari Dulu Islam Umat Pemersatu Bangsa, Bukan Pemecah Belah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / DHITA MUTIASARI
Ustaz Syamsul Arifin Nababan satu diantara ustaz yang mengisi tablig akbar Isra Mikraj di Masjid Agung Al Falah Mempawah, Sabtu (6/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH  - Lantunan takbir dan salawat menggema saat menyambut kedatangan sejumlah ulama yang hadir mengisi tablig akbar Isra MiKraj 1438 H ydi Masjid Agung Al Falah, Mempawah, Sabtu (6/5/2017).

Kendati awalnya kedatangan petinggi DPP Front Pembela Islam (FPI) KH Sobri Lubis dan Ketua GNPF MUI Ustad Bahtiar Nasir batal hadir di Mempawah, dan bertolak kembali ke Jakarta setibanya di bandara Supadio, Jumat (5/5/2017) malam.  Akhirnya, sejumlah ulama lainnya yang mengisi acara tablig di Memapwah.

Mereka adalah Ustaz Dr Alfian Tanjung MPd dan Ustadz Syamsul Arifin Nababan. Selain juga dihadiri oleh ulama dari Kalbar dan Mempawah dan ketua DPW FPI Kalbar, Habib Muhammad Iskandar Al Kadrie.

Menanggapi kelancaran acara tablig akbar memperingati Isra Mikraj 1438 H dikatakannya sebetulnya terkait kedatangan mereka tidak lain tidak bukan hanyalah untuk berdakwah bukan memecah belah.

"Memang tidak ada masalah, karena dari dulu umat islam itu punya mental persatuan umat, persatuan bangsa,"ujarnya.

Ia bahkan sempat menyingkap kembali sejarah keberadaan ulama-ulama dan tokoh Islam diantaranya seperti dulu tahun 1951 ketika Belanda pergi dan ada negara Indonesia serikat, pasundan, dan negara Indonesia Timur dan sebagainya maka tokoh Islam M Nasir ini yang menawarkan mosi integral yang muncul dengan proklamasi ke-2. Artinya dikatakan tokoh islam, ahli politik islam dari dulu mengarahkan kepada keutuhan dan kesatuan NKRI.

"Bohong kalau ada orang yang menggembar-gemborkan kita memecah NKRI, itu tidak ada,"ujarnya.

Jika masih ada orang yang berbicara miring seperti itu maka orang itu dinilainya adalah orang yang tidak mengenal sejarah. "Kemudian bahwa orang itu tidak percaya diri bahwa memang umat Islam masih menjadi variabel signifikan dan mayoritas di Indonesia,"jelasnya.

Ini dimaksudkannya bahwa ada baiknya sebetulnya tidak ada salah dan ada baiknya bahwa kehadiran Habib Rizieq dan KH Sobri Lubis dijadwalkan ulang kedatangannya ke Mempawah.

Halaman
12
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help