TribunPontianak/

Gerakan Menanam Cabai 10 Juta Polybag

Untuk mengisi waktu senggangnya bisa semberi merawat tanaman cabe dalam polybag di pekarangan rumahnya.

Gerakan Menanam Cabai 10 Juta Polybag
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Bupati Kubu Raya Rusman Ali, bersama Kepala Dinas Pertanian Gandhi Satyagraha melaksanakan panen raya cabe di Dusun Sidomulyo Desa Limbung, Selasa (14/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA  - Pemerintah Kubu Raya, menggenjot produksi tanaman cabe melalui gerakan menanam cabai 10 juta polybag se-Kalbar. Bantuan dari pemerintah berupa bibit cabai dalam polybag di serahkan kepada para kelompok ibu dan masyarakat. 

Kepala Dinas Pertanian, Kubu Raya, Gandhi Satyagraha mengatakan tanaman cabe ini merupakan tanaman yang memiliki pengaruh terhadap fluktuasi perekonomian di daerah. Lantaran harganya yang turun naik dengan cepat.

“Namun kita patut bersyukur meskipun sempat harga cabe melambung tinggi dipasaran. Pasokan cabe di Kubu Raya tetap stabil. Hanya harga saja yang mengalami perubahan ikuti harga pasar,” katanya, Jumat (21/4/2017).

Untuk itulah, dalam gerakan menanam cabe dalam polybag inilah, diharapkan akan mampu menstabilkan tidak hanya dari pasokannya dari kebutuhan masyarakat saja. Melainkan terhadap harga pula.

“Kita yakin denga adanya gerakan menanam cabe di polybag ini akan sangat cepat sekali menghasilkan dan meningkatkan produksi cabe di Kubu Raya. Kenapa dipilih menggunakan polybag karena ini akan sangat mudah sekali. Tidak perlu ada lahan, kita cukup memanfaatkan pekarangan rumah saja,” ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya selain dari pihak petani peran masyarakat, terutama dari ibu-ibu, akan memberikan peningkatan produksi cabe dengan cepat di Kubu Raya. “Gerakan ini tanam cabe polybag ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk se-Kalbar. Kubu Raya juga termasuk. Dan sudah mulai kita bagikan untuk bibitnya,” pungkasnya.

Seorang ibu rumah tangga Dewi mengatakan adanya gerakan tanam cabe dalam polybag ini sangat bagus sekali. Untuk mengisi waktu senggangnya bisa semberi merawat tanaman cabe dalam polybag di pekarangan rumahnya.

“Kita sangat senang sekali kalau memang ini bisa dibagikan secara gratis. Semoga saja kita bisa dapat juga. Karena selama ini saya sudah sering kali nanam cabe di polybag ini, tapi bibitnya harus beli,” katanya.

Saat ini, dirinya sudah memiliki sejumlah koleksi tanaman cabe di polybag. Dari cabe biasa hingga cabe bunga. Saat sudah besar buahnya terlihat seperti bunga dan mengeluarkan sedikit bau harum.

“Kalau bantuan itu memang ada, kita mau sekali. Kami siap melaksanakan gerakan tanam pohon cabe di polybag ini. Hitung-hitung kan bisa memenuhi kebutuhan cabe dirumah saja itu sudah sangat untung sekali,” pungkasnya.

 Anggota DPRD Kubu Raya, H. Hanafi Khalili mengatakan gerakan menanam pohon cabai, merupakan suatu terobosan modern terhadap masyarakat, agar bisa menanam cabai dengan mudah. Sehingga tatkala ada kenaikan harga cabe, masyarakat tidak akan lagi mengeluhkan harganya melambung tinggi.

“Saya pikir kalau sudah terealisasi maka tak akan lagi ada, kenaikan harga cabe yang signifikan. Sebab semua orang sudah memiliki cabe dirumahnya masing-masing untuk memenuhi kebutuhanya,” katanya.

Namun, jika memang berupa bantuan dan gerakan. Pemerintah, utamanya Dinas Pertanian harus bisa mengkoordinasikan pembagian bibit cabe ini secara merata kepada kelopok ibu-ibu. Seperti ibu-ibu majelis taklim dan semuanya yang memang memenuhi kategori sasaran dalam gerakan menanam cabai 10 juta polybag.

“Kita sangat dukung sekali. Dan ini merupakan terobosan yang sangat baik. Tidak hanya meningkatkan produksi namun ini berimbas pada perbiakan ekonomi masyarakat. Kaum ibu-ibu juga akan memiliki kegiatan disela-sela waktu senggangnya mengurus anak. Bagi ibu rumah tangga,” pungkasnya. 

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help