TribunPontianak/

Warga Khawatir Terhadap Serangan Buaya di Mempawah

Bahkan mereka bilang kalau bahan yang diberikan tidak cocok, maka mereka akan lebih ramai lagi datang,

Warga Khawatir Terhadap Serangan Buaya di Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / DHITA MUTIASARI
Warga Desa Sejegi melaksanakan ritual antisipasi serangan buaya di Sungai Mempawah, Kamis (20/4) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Warga di sekitar Sungai di Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur, melakukan ritual memberi makan buaya di Sungai, untuk mengantisipasi serangan buaya yang sudah mengkhawatirkan warga sekitar. 

Tiga Ekor ayam jantan dan tujuh butir telur ayam sudah disiapkan warga dipinggiran sungai untuk ritual memberi makan buaya yang digelar tepat matahari sesaat terbenam diufuk barat, Kamis (20/4/2017) petang.

Jono setempat mengatakan, sejak adanya gangguan buaya di desa mereka beberapa hari belakangan ini, membuat warga khawatir dan berusaha untuk melakukan antisipasi. Karena peristiwa serupa belum pernah terjadi, dimana keberadaan buaya di Sungai Mempawah ini mengganggu warga hingga menimbulkan keresahan. "Baru pernah kali ini, biasanya kan hanya ketika menjelang Robo-Robo saja," ujar Jono.

Baca: Merinding, Warga Lakukan Ritual Beri Makan Buaya di Sungai Mempawah

Bersamaan dengan itu, satu diantara warga yang kemasukan roh mengatakan fenomena serangan buaya yang mengkhawatirkan warga ini dapat diatasi dengan ritual dengan menuruti apa yang menjadi permintaan buaya ini untuk diberi makan dengan sejumlah apa yang dimintanya.

"Awalnya mau mengadakan ritual, namun dikatakan salah, maunya diminta ayam jantan 3 ekor, telur ayam 7 butir diminta diantar,  Kamis (20/4) malam ini,"ujarnya.

Maka tiba saat yang dinanti ritual ganti rugi atau memberi makan buaya ini dilaksanakan. Puluhan warga spontan berkumpul dalam menyaksikan langsung peristiwa yang dianggap langka tersebut.
Terlebih sesaat sebelum ritual, warga dihebohkan dengan kemunculan buaya berwarna hitam tak jauh dari lokasi yang akan dilaksanakan ritual ini.

Warga disekitar lantas yakin bahwa di sungai Mempawah ini dihuni oleh 3 buaya yang kerap menampakkan diri diantaranya buaya berwarna hitam dipanggil 'Panglima Hitam, buaya berwarna putih dipanggil 'Siti Fatimah', dan buaya berwarna kuning dipanggil 'Badriyah'.

Sebelumnya, ia mengatakan sesuai dari pesan yang disampaikan roh melalui tubuh wanita paruh baya dikatakan bahwa adanya gangguan buaya ini karena mereka merasa terancam dengan habitatnya akibat ulah manusia.

Halaman
12
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help