Ubah Paradigma, Perempuan Sekarang Harus Dilibatkan

Saat ini perempuan bisa dikatakan dilihat secara sebelah mata. Perempuan juga dikatakan makhluk lemah dan tak bisa jadi pemimpin.

Ubah Paradigma, Perempuan Sekarang Harus Dilibatkan
IST
Kops Hmi Wati (KOHATI) Komisariat Tarbiyah Cabang Pontianak, Tri Aldini Putri 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kops Hmi Wati (KOHATI) Komisariat Tarbiyah Cabang Pontianak, Tri Aldini Putri menuturkan, berbicara hari Kartini, yang jatuh setiap tanggal 21 April, tidak bisa dilepaskan dari sosok wanita hebat yang mampu menginspirasi.

Saat ini perempuan bisa dikatakan dilihat secara sebelah mata. Perempuan juga dikatakan makhluk lemah dan tak bisa jadi pemimpin.

"Tapi mulai saat ini kita ubah paradigma itu yang mana peran perempuan itu sangat penting dilibatkan baik itu tingkat desa, tingkat kabupaten dan sekalipun tingkat tertinggi," katanya, Jumat (21/4/2017).

Tri menilai saat ini perempuan juga harus tahu tentang politik meski tak mesti terjun ke politik. Perempuan juga tak hanya harus menguasai tiga hal kamar, kasur, dapur.

Tapi perempuan juga harus tahu banyak hal terkait juga masalah pembangunan yang ada di desa dan peran perempuan juga harus aktif ketika ada undangan rapat RT atau Rapat tingkat Desa.

"ilangkan sedikit rasa malu untuk hal yang positif dan belajar untuk berbicara ketika di depan para kaum hawa itu salah satu cara utama untuk keberanian seorang perempuan," ujarnya.

Ia mencontohkan disela-sela pertemuan atau ada diskusi tanya jawab terkadang yang lebih banyak bersuara ialah kaum hawa dan sedikit sekali peluang untuk para perempuan bersuara.

Di sini terdapat paradigma bahwa perempuan tak bisa bersuara. Bagaimanapun tetap peran perempuan itu juga penting untuk dilibatkan dalam pembangunan desa.

Tak ada lagi yang dikatakan harus membedakan ini itu pekerjaan laki-laki. Perempuan bisa mengerjakan dan sebaliknya pekerjaan perempua, laki-laki juga bisa mengerjakan.

"Lalu dimana kita bisa membeda antara laki-laki dan perempuan? iya gampang perbedaannya ialah terletak di kodratnya saja dan fisik. Jadi terkait status ekonomi, sosial, pekerjaan, politik sama saja. Jadi seimbang antara laki-laki dan perempuan biar ada kesetaraan keduanya," ungkap Tri. (doi)

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Galih Nofrio Nanda
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help