TribunPontianak/

Rusman Ali: Peringatan Hari Kartini Jangan Hanya Simbolis

Ibu harus mengajarkan terahadap anaknya, agar keharmonisan keluarga terbentuk serta membuat moral anak semakin baik.

Rusman Ali: Peringatan Hari Kartini Jangan Hanya Simbolis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus bersama Bupati Kubu Raya Rusman Ali sedang memberikan hadiah dalam peringatan Hari Kartini kepada ibu-ibu, di Aula Bupati Kubu Raya, Jumat (21/4) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA – Bupati Rusman Ali mengatakan peringatan RA Kartini memberikan makna terhadap para kaum ibu, agar bisa berjuang untuk keluarga, daerah dan bangsa. Terutama dimulai dari lingkungan keluarga untuk memberikan pengetahuan terhadap anak dan menjadi keluarga yang harmonis.

“Kaum wanita saat ini, harus berbuat seperti ibu Kartini. Tidak hanya menunggu dirumah, nunggu dipinang. Tapi ibu-ibu saat ini harus berbuat, berjuang sebagai bentuk emansipasi wanita. Makanya kit berharap peringatan hari Kartini ini, jangan sampai hanya jadi pelaskanaan serimonial saja,” katanya pada peringatan hari RA Kartini di Auka Kantor Bupati, Jumat (21/4/2017)

Bupati menekankan agar bisa mengjarkan kepada anak-anak wawasan terkait etika dan moral. Serta mampu menyeimbangi kepala rumah tangga dirumah. Dalam mewujudkan keluarga yang harmonis.

“Ibu harus mengajarkan terahadap anaknya, agar keharmonisan keluarga terbentuk serta membuat moral anak semakin baik. Jadi terhadap anak harus diajarkan. Contohnya, setiap pergi dan datang, harus ibu yang mengajarkannya,” jelasnya.

Baca: Usman Ngaku Belum Tahu Calon Ketua Demokrat Kalbar

Ketua TP-PKK Kubu Raya, Ny Hj. Endang Idrawati menambahkan pelaksanaan peringatan Hari Kartini mengandung makna sangat mendalam. Perlu diaplikasikan bagi setiap individu ibu di seluruh Indonesia khusunya di Kubu Raya. Supaya bisa meneladani beliau yang telah menjadi contoh dan teladan bagi semua wanita.

“Hal pertama yang perlu kita lakukan. Memulainya di lingkungan keluarga. Raden ibu kita Kartini telah memberikan contoh kepada kita makna sebuah perjuangan emansipasi wanita dalam menjalani hidup,” katanya.

Maka dari itulah, tanpa ada Ra Kartini mungkin tidak akan seperti sekarang. Para wanita hanya akan berkutat pada tugas pokok sebagai wanita di dapur dan dirumah saja. Tapi dengan perjuangan Ra Kartini, menjadikan wanita bisa sejajar dalam hal apapun dengan para pria.

“Terutama dalam hal membangun bangsa.Kita para wanita Indonesia harus turut serta berperan dalam semua perjuangan membangun bangsa ini, dimulai dari lingkungan keluarga, daerah dan negara. Makanya kedepan kita berupaya akan lebih aktif lagi, serta bisa mengaplikasikan dari ibu Ra Kartini ini terhadap keluarga terlebih dahulu,” pungkasnya. 

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help