TribunPontianak/

PW PII Kalbar Prihatin Kasus Asusila Kota Pontianak Tinggi

Tentu kita sangat mersa prihatin dengan hal ini, terlebih ini terjadi bagi kaum intelektual terpelajar

PW PII Kalbar Prihatin Kasus Asusila Kota Pontianak Tinggi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Tersangka Ms saat diperiksa dan dihadapkan kepada awak media di Mapolresta Pontianak, Sabtu (17/12/2016) siang. Ms diduga kuat telah melakukan tindakan asusila terhadap Aj gadis yang berusia 15 tahun di terminal angkutan umum di wilayah Sui Kakap, Kubu Raya pada Kamis lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tingginya angka kasus asusila yang terjaring rajia oleh Satpol-PP Kota Pontianak mengundang prihatin dari semua pihak yang ada.

Hal demikian juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW-PII) Kalbar, Dede Ari Kusuma yang mengatakan ia secara pribadi dan organisasi merasa sangat prihatin akan hal tersebut.

"Tentu kita sangat mersa prihatin dengan hal ini, terlebih ini terjadi bagi kaum intelektual terpelajar," ujarnya, Jumat (21/4/2017).

Karena berdasarkan data dari Pemerintah Kota Pontianak kebanyakan pasangan asusila yang terjaring rajia juga merupakan mahasiswa dan pendatang di Kota Pontianak.

Dede Ari, menambahkan dengan tingginya angka perilaku berbuat asusila tersebut tidak terlepas dari budaya yang sudah mulai ditinggalkan para kaum terpelajar yang ada.

Organisasi PII yang konsennya terhadap budaya dan pendidikan, ditegaskannya sangat merasa prihatin hal ini terjadi.

Mantan Ketua Pengurus Daerah PII Kota Pontianak ini juga menerangkan meminta pada pemerintah Kota Pontianak untuk memperhatikan masalah ini dengan serius, selain itu para pendatang yang tinggal di Kota Pontianak juga dimintanya mentaati segala aturan yang ada di Kota Khatulistiwa ini.

Ia juga berharap dekradasi budaya yang terjadi harus segera ditangani semua elemen masyarakat karena jika hal semacam ini terus menerus dilakukan para kaum muda maka pendidikan juga akan hancur.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help