Musda Demokrat Momentum Konsolidasi

Disinilah bisa menjadi penting siapapun yang terpilih melakukan mekanisme yang transparan, bisa dipertanggung jawabkan.

Musda Demokrat Momentum Konsolidasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Jumadi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Prada

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Musda Demokrat merupakan momentum konsolidasi, karena Musda sebagai instusi tertinggi dalam menentukan kepemimpinan Partai Demokrat di Kalimantan Barat yang selama ini hanya Plt, ini adalah momentum konsilidasi untuk partai Demokrat memilih pemimpin yang tepat membawa Partai Demokrat memperoleh suara.

Yang kedua tentu tidak hanya soal memilih pemimpin, tapi konsolidasi organisasi dan program menjadi penting juga, jika terkait dengan pilkada ini menjadi penting mengenai target partai demokrat.

"Siapapun yang menang dan memimpin partai Demokrat di Kalbar, tidak serta merta juga menjadi calon, paling tidak tentu dengan kepemimpinan yang mampu mengakomodir dalam konteks pilkada dapat melakukan proses rekrutmen yang transparan, cerdas dan mampu dipertanggung jawabkan," terang Pengamat Politik Untan
Jumadi, Jumat (21/4/2017).

Karena memang, partai untuk pemilihan calon gubernur, wali kota bahkan bupati keputusannya ada dipusat, tapi tentu dijaring dari bawah. Disinilah bisa menjadi penting siapapun yang terpilih melakukan mekanisme yang transparan, bisa dipertanggung jawabkan.

"Saya pikir nama-nama yang beredar untuk memimpin DPD Demokrat Kalbar merupakan kader terbaik dan layak, namun tentu semua keputusan berada pada kawan-kawan di DPC Kabupaten Kota untuk memilih karena memang hak mereka, tapi siapapun yang terpilih layak untuk memimpin Partai Demokrat," tambahnya.

Tentu saya harapkan bisa berbuat lebih banyak lagi demi kepentingan masyarakat, menajalankan fungsi kepartaian dengan lebih baik, dan representasi fungsi kepartain mempunyai anggota di DPR, untuk Kalbar juga mempunyai jumlah yang signifikan.

"Ya tentu harus mampu membuat yang terbaik untuk masyarakat, karena sangat berkaitan dengan kepercayaan publik, jadi kerja politik tidak semata-mata berorientasi pada kekuasaan, tapi kekuasaan berada ditangan itu adalah memenuhi janji sehingga kepercayaan dapat terpenuhi," jelasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help