Endang Indrawati: Wanita Tak Hanya Menunggui Rumah

Raden ibu kita Kartini telah memberikan contoh kepada kita makna sebuah perjuangan emansipasi wanita dalam menjalani hidup

Endang Indrawati: Wanita Tak Hanya Menunggui Rumah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Ketua TP PKK Kubu Raya, Hj Endang Indrawati 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Ketua TP-PKK Kubu Raya, Hj Endang Indrawati, mengaku sadar betul memiliki sebagai seorang wanita, tidak hanya menunggu dirumah saja. Namun sebagai seroang wanita harus mampu memberikan suatu perubahan. Hal itu bisa dilakukan mulai dari lingkungan keluarga. Hal itulah yang dimaknai oleh Ketua TP-PKK Kubu Raya, Ny Hj Endang Idrawati

Baginya peringatan Hari Kartini tidak hanya sebagai simbolis saja. Namun harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya pada keluarga, mulai dari anak-anak serta terahadap keluarga. Supaya keluarga menjadi keluarga yang harmonis.

“Peran kita ini cukup besar. Tidak hanya dirumah dan dalam keluarga saja. Akan tetapi, teladan ibu kita Kartina telah berhasil merubah segalanya para kaum wanita. Bahwa kita tidak hanya di dapur saja. Tapi kita juga punya kesempatan untuk ambil peran dalam pembangunan daerah, pada bangsa ini,” ujarnya.

Pada jaman penjajahan dulu, banyak dari kaum wanita yang turut angkat senjata di medan perang dengan gagah berani. 

“Sekarang kita mungkin sudah beda masanya. Namun tingkat perjuangannya tetap sama. Harus tetap berjuang, bersaing dengan siapapun dalam kompetisi sehat dalam membawa daerah dan bangsa ini ke muda dunia,” ungkapnya.

Ia mengatakan pelaksanaan peringatan Hari Raden Ibu Kartini mengandung makna sangat mendalam. Perlu diaplikasikan bagi setiap individu ibu di seluruh Indonesia khusunya di Kubu Raya. Supaya bisa meneladani beliau yang telah menjadi contoh dan teladan bagi semua wanita.

“Hal pertama yang perlu kita lakukan, mulai di lingkungan keluarga. Raden ibu kita Kartini telah memberikan contoh kepada kita makna sebuah perjuangan emansipasi wanita dalam menjalani hidup,” katanya.

Tanpa ada RA Kartini mungkin tidak akan seperti sekarang. Para wanita hanya akan berkutat pada tugas pokok sebagai wanita di dapur dan dirumah saja. Tapi dengan perjuangan Ra Kartini, menjadikan wanita bisa sejajar dalam hal apapun dengan para pria.

“Terutama dalam hal membangun bangsa.Kita para wanita Indonesia harus turut serta berperan dalam semua perjuangan membangun bangsa ini, dimulai dari lingkungan keluarga, daerah dan negara. Makanya kedepan kita berupaya akan lebih aktif lagi, serta bisa mengaplikasikan dari ibu Ra Kartini ini terhadap keluarga terlebih dahulu,” pungkasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help