Dewan: Contoh Semarang Dalam Pengelolaan Kos-Kosan

Satu diantara Anggota DPRD Kota Pontianak, Amelia Atika, yang menuturkan kalau ia merasa miris dengan tingginya angka asusila di Kota Khatulistiwa ini

Dewan: Contoh Semarang Dalam Pengelolaan Kos-Kosan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Anggota DPRD Pontianak, Amelia Atika 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tingginya angka asusila di yang dilakukan di Kota Pontianak membuat Anggota DPRD Kota Pontianak merasa prihatin.

Satu diantara Anggota DPRD Kota Pontianak, Amelia Atika, yang menuturkan kalau ia merasa miris dengan tingginya angka asusila di Kota Khatulistiwa ini.

Walaupun banyak di antara mereka yang terjaring bukan warga asli Pontianak.

Baca: Edi Rusdi Kamtono: Perilaku Asusila di Pontianak Tinggi

Memang Keberadaan universitas dan perguruan tinggi di Kota Pontianak membuat kota ini didatangi pemuda-pemudi dari berbagaj daerah dan rumah-rumah kos tumbuh di sekitarnya.

Oleh karena itulah Amelia meminta pada penegak Perda (Satpol-PP) harus selalu melakukan razia terhadap kos-kos yang ada dan penginapan.

“Satpol-PP harus tegas merazia dan harus sering, kalau perlu setiap malam, semua kos-kosan yang ada didatangi,” ucap Politisi Nasdem ini, Jumat (21/4/2017).

Amelia yang merupakan Anggota DPRD Dapil Pontianak Utara ini meminta rumah-rumah kos tak hanya menerima para pengontrak kosnya, tapi juga mendata semua hal penting terkait penghuni kosnya.

Bahkan ia tegaskan yang harus didata adalah mulai dari nama, alamat asal, hingga nomor telepon orangtua penghuni kos tersebut. Hal itu dikatakannya penting untuk berjaga, bila sewaktu-waktu perhuni kos terjaring razia.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help