Beruang Madu Hitam Dilindungi Undang-Undang

Sementara waktu, beruang madu hitam berjenis kelamin perempuan ini akan dibawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar. Sesampainya di....

Beruang Madu Hitam Dilindungi Undang-Undang
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Beruang hitam madu bernama Meisy yang dipelihara oleh Linda sebelum proses evakuasi di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kamis (20/4/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah II Sintang Bharata Sibarani menegaskan evakuasi sebagai upaya penyelamatan bagi beruang madu hitam. Satwa liar ini termasuk dilindungi Undang-Undang.

"Kami sudah melakukan penyelamatan berubah madu hitam berusia sekitar tiga tahun dengan berat perkiraan 40 Kilogram. Beruang madu hitam adalah jenis hewan dilindungi Undang-Undang," ungkapnya usai Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kamis (20/4/2017) sore.

Sementara waktu, beruang madu hitam berjenis kelamin perempuan ini akan dibawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar. Sesampainya di BKSDA Kalbar, penentuan tempat konservasi sebagai tempat penampungan akan dilakukan.

Baca: Linda Ikhlas Serahkan Beruang Madu Hitam ke BKSDA Sintang

"Di Kalbar hanya ada satu tempat konservasi yakni di Singkawang. Tapi nanti mau dilihat dulu apakah masih ada tempat atau penuh. Kalau penuh ya, dibawa ke Jawa," katanya.

Bharata meminta kesadaran masyarakat untuk menyerahkan jika memelihara satwa liar dilindungi Undang-Undang.

"Kami harap masyarakat proaktif dan bantu melapor. Karena kasian, satwa liar tempatnya bukan di kandang. Tapi di alam bebas. Kita tentu juga ingin satwa liar berkembang biak dan masih bisa dilihat oleh anak cucu kita di masa depan," tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help