TribunPontianak/

Citizen Reporter

Atbah Paparkan Konsep Smart City Perbatasan

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menggelar pertemuan dengan Pejabat Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan RI di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Atbah Paparkan Konsep Smart City Perbatasan
TRIBUNFILE/IST
Pertemuan dengan Pejabat Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan RI di Jakarta, Kamis (20/4/2017). 

Citizen Report

Staff Humas Pemkab Sambas, Zulfian

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menggelar pertemuan dengan Pejabat Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan RI di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Bupati turut didampingi beberapa pejabat struktural pemda Kabupaten Sambas, satu di antaranya Fery Madagaskar.

Baca: Paripurna DPRD, Bupati Sambas Sampaikan LKPj Tahun 2016

Pertemuan tersebut dalam rangka rapat fasilitasi koordinasi pengelolaan kawasan perbatasan darat dalam rangka percepatan pembangunan pertanian terpadu di Kawasan Perbatasan Negara.

Bupati berkesempatan memaparkan upaya pengelolaan kawasan perbatasan kabupaten sambas.

Dalam paparannya, Atbah menyebutkan kondisi dan karakter masyarakat perbatasan.

Lebih lanjut, Atbah memaparkan konsep pengelolaan perbatasan dengan konsep smart city.

"Dengan smart city, menjadikan kinerja yang lebih efektif dan efisien memaksimalkan tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Dengan konsep smart city, sebut Atbah, berbagai layanan didominasi dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan teknologi internet guna menghubungkan secara masif antar instansi pemeritah dalam penyelenggaraan tugasnya.

"Karakter yang diharapkan dengan smart city diantaranya hadirnya smart economy, smart people, smart governance, smart mobility, smart environment dan smart living," paparnya.

Bupati meyakini dengan konsep smart city, banyak menghadirkan manfaat positif bagi masyarakat kab sambas, khususnya perbatasan.

"Ada beberapa tahapan langkah yang harus ditempuh guna mewujudkan smart city, pertama dengan mengidentifikasi potensi yang ada diperbatasan, memantapkan database teknologi informasi dan komunikasi, membuat regulasi termasuk mengajak serta partisipasi pihak ketiga dalam pengembangan kawasan perbatasan," katanya.

Menurut Atbah, untuk Kabupaten Sambas, semua aspek pembangunan dapat dikelola. Mulai dari pertahanan keamanan, ketahanan pangan, infrastruktur, hingga sosial budaya maupun ekonominya

Penulis: Raymond Karsuwadi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help