TribunPontianak/

Sukiryanto: Secara Keseluruhan IKBM Expo Pekan Budaya 2017 Sukses

Secara keseluruhan kita bangga karena even ini terselenggara dengan lancar

Sukiryanto: Secara Keseluruhan IKBM Expo Pekan Budaya 2017 Sukses
ISTIMEWA
Finalis dan pemenang Lanceng Praben foto bersama pada acara penutupan IKBM Expo di PCC Pontianak, Kamis (20/4/2017) malam 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Expo Pekan Budaya 2017 yang digelar Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) di Pontianak Convention Centre (PCC) Pontianak resmi ditutup Kamis (20/4/2017) malam. Acara berlangsung sukses dan meriah dengan acara puncak yaitu penampilan dan pemilihan finalis Lanceng Praben 2017.

Ketua IKBM Kalbar, Sukiryanto mengaku puas lantaran IKBM Expo Pekan Budaya 2017 berlangsung sukses. Ia mengatakan melalui expo yang menampilkan ragam budaya madura, terselip harapan agar generasi muda terus melestarikannya.

"Secara keseluruhan kita bangga karena even ini terselenggara dengan lancar. Apalagi ini juga merupakan momen IKBM bisa berkumpul di PCC. Semoga apa yang menjadi harapan kita tercapai," ujar Sukir pada Kamis (20/4/2017).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengusaha dan tokoh masyarakat, Mansur. Owner Kota Raya ini mengaku rangkaian kegiatan yang audah berlangsung sesuai harapannya. Apalagi melalui kegiatan semua ikut serta melestarikan budaya dengan adanya rangkaian pergelaran sandur madura, pagelaran pencak silat, pemilihan kachong chebbing.

Selain itu juga dimeriahkan oleh lomba karoke fans tanduk majeng, musik gambus, tarian madura dan multi etnis. 

"Kegiatan IKBM Expo 2017 yang di lakukan pada tahun ini Alhamdulilah berjalan baik dan lancar. Kita berharap ke depan kegiatan ini bisa berjalan setiap tahunnya dan ajang ini menjadi ajang silturahmi di antara kita yang di Kalbar," ujarnya.

Salah satu pengunjung, Reni yang merupakan Mahasiswa Muhammadiyah Pontianak tertarik melihat berbagai pagelaran. Ia mengatakan sengaja datang karena teman satu kampus menampilkan kebolehannya. "Saya orang Jawa tapi saya penasaran sama budaya madura. Temen nampil fashion show, saya antusias karena mau liat apa yang lain juga. Ternyata pas kesini banyak juga yang yang menarik, dengar lagu madura juga," ujarnya.

Harapannya budaya etnis apa pun tetap lestari. Berasal dari luar Kalbar yaitu Malang, Reni mengaku dekat dengan madura. Ia pun mengenal beberapa hal positif yang harapannya terus dijaga. "Orang madura itu tidak kasar. Biasa saja dan tidak seperti yang orang-orang bilang karena teman saya orang dekat," ujarnya.

Berbeda dengan Jauhari yang merupakan warga Landak. Ia yang ke Kota Pontianak karena ada acara khusus menyempatkan diri datang. "Untuk even pertama kali cukup meriah walaupun pertama kali ya. Ini momen silaturahmi. Harapannya tetap terlaksana dan semakin meriah dan pemerintah lebih melihat bahwa IKBM itu ada. Kedepan harus ada informasi agar terlaksana dengan lebih meriah dan masyarakat antusias," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help