PBB di Kota Singkawang Naik 50-100 Persen

Ketika ada transaksi jual beli tanah, maka perhitungannya juga akan naik karena NJOP-PBB sudah kita naikkan.

PBB di Kota Singkawang Naik 50-100 Persen
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) - PBB di Kota Singkawang tahun ini akan naik antara 50 hingga 100 persen. Kenaikan ini menurut Kepala Badan Keuangan Daerah Singkawang, H Muslimin memang sudah seharusnya dilakukan kenaikan selama tiga tahun sekali.

"Kenaikan ini sebenarnya bukanlah kenaikan yang terlalu drastis, tapi penyesuaian yang seharusnya dalam 3 tahun harusnya berganti sesuai aturan perpajakan. Sedangkan untuk di Singkawang sudah sejak 2011 belum ada kenaikan," kata Muslimin, Kamis (20/4/2017).

Dengan kenaikan NJOP-PBB ini tentu menurutnya akan berpengaruh pula pada BPHTB nantinya.

Namun untuk perhitungan BPHTB, pihaknya akan tetap memberlakukan tarifnya berdasarkan harga transaksi jual beli tanah.

"Ketika ada transaksi jual beli tanah, maka perhitungannya juga akan naik karena NJOP-PBB sudah kita naikkan. Artinya nanti nilai PBB nya tersendiri dan BPHTB juga tersendiri," tuturnya.

Baca: Sekda Singkawang: Bersinergi untuk Lebih Memajukan Singbebas

Dengan adanya kenaikan ini diakuinya tentu akan berpengaruh pada PAD Singkawang dari sektor pajak. Dimana sebelumnya untuk PBB kota Singkawang menargetkan 5,5 miliar.

"Dengan adanya perubahan NJOP-PBB di tahun ini, pendapatan asli daerah (PAD) bisa meningkat antara Rp9-10 miliar dari target yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp5,5 miliar khususnya pada sektor PBB," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help